NasDem soal Pertemuan dengan PKS: Kaki Ada Dua, Sikap Politik Satu

Partai NasDem menegaskan tak ada yang patut dipermasalahkan dari pertemuan Ketua Umum Surya Paloh dengan jajaran elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sekjen NasDem Johnny G Plate menjelaskan, pertemuan itu hanya sebuah komunikasi untuk membentuk kesepahaman. Khususnya, dalam menjalankan pemerintahan ke depan.
"Kami menjalin komunikasi, NasDem menjalin komunikasi tidak saja dengan pimpinan partai koalisi tapi juga dengan partai partai yang ada di luar koalisi kabinet. Seperti kemarin dengan PKS, membangun," kata Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10).
"Dan syukur alhamdulillah kemarin ada kesepahaman beberapa hal. Yang pertama kita sepaham bahwa ideologi Pancasila itu tunggal dan final, Indonesia. Dan bekerja di situ," lanjutnya.
Johnny menilai jika ada yang mengkritik pertemuan NasDem dan PKS, maka mereka sebenarnya tak memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ia menegaskan, hingga saat ini, NasDem masih sejalan dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
"Nah politisi-politisi yang menyoroti kan tidak tahu. Sekarang saya sampaikan, itu posisinya memang kaki manusia ada dua, jangan tiga. Tapi sikap politik satu. Partai koalisi pemerintah dan berada di pemerintahan," jelasnya.
Adapun, dari hasil pertemuan itu, baik NasDem maupun PKS, sudah menyamakan sikap untuk menjadi penyeimbang dalam mengawasi sistem pemerintahan mendatang.
"Kami juga sepakat perlunya check and balance antara lembaga negara. Agar, kebijakan negara bisa berjalan dengan baik untuk kepentingan pemerintah, kami punya kepentingan baik," jelasnya.
Diketahui, pertemuan Surya Paloh dan jajaran pimpinan PKS berlangsung di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10). Pertemuan itu menjadi sorotan karena posisi PKS saat ini yang berada di luar pemerintahan. Sementara, NasDem masih berada di dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
