NasDem Yakin Jokowi Tak Dukung Satu Capres: Anies Juga Diterima di Istana

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo dan Jokowi bertemu di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Dok. Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo dan Jokowi bertemu di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Dok. Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya santai menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mendukung Prabowo Subianto untuk maju Capres di 2024.

Menurut Willy, Jokowi pasti mendukung semua anak bangsa yang serius untuk maju sebagai pemimpin. Dukungan Jokowi pada Prabowo yang eksplisit dinilainya tak menjamin Presiden tidak mendukung calon lain.

Ia mengingatkan bakal capres NasDem, Anies Baswedan, juga pernah diundang langsung ke Istana untuk menemui Jokowi.

"Ekspresi seorang orang tua kepada anak itu pusparagam. Ya tentu ada eksplisit kepada Pak Prabowo, ada yang kayak Mas Anies kan kemarin sudah diterima Pak Jokowi juga [di Istana]. Kan realitas media dengan realitas real politiknya kan ada yang terbuka, ada yang kita enggak tahu. Air beriak tanda tak dalam," kata Willy di Gedung DPR Senayan, Selasa (8/11).

"NasDem yakin Pak Jokowi Bapak Bangsa, berdiri di atas semua kepentingan dan memberikan restu kepada semua putra-putri yang maju. Kita melihat Pak Jokowi menerima Pak Anies, banyak hal yang dibicarakan. Dan NasDem adalah partai yang mendukung Pak Jokowi juga, tentu ada komunikasi dan diskusi," imbuh dia.

kumparan post embed

Willy melanjutkan, wajar apabila dukungan tersebut disampaikan lebih terbuka pada Prabowo. Sebab Prabowo adalah Menteri Pertahanan yang selama ini membantu Jokowi.

"Masing-masing kan punya ceruk yang berbeda, dan wajar Pak Jokowi memberikan kode itu kepada Pak Prabowo. Kan Pak Prabowo pembantu beliau, justru aneh itu [dukungan] kalau tidak diberikan. Kan day to day bersama Pak Prabowo. Itu hal yang wajar," ujar dia.

"Itu respons karena bicara proximity dan bagaimana Pak Prabowo sudah berkali-kali maju. Dan Pak Prabowo sudah mendeklarasikan diri. Sejauh ini kan yang sudah deklarasi [capres] baru dua, Pak Prabowo dan Mas Anies dari NasDem," tambahnya.

Willy memastikan NasDem tidak khawatir dukungan eksplisit Jokowi akan berdampak pada pemilih Anies. Menurutnya, masing-masing calon sudah punya ceruk pendukung tersendiri.

Wakil Ketua Baleg DPR Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya. Foto: Dok. Istimewa

Ia menambahkan, pernyataan Jokowi baru kode yang bisa saja punya tafsir berbeda dari yang terlihat.

"Kalau elektabilitas calon masing-masing ceruk ya. Politik tidak lepas dari simbolisasi. politik tidak lepas dari kode-kode ya. Kode soft core, ada hard core, ada pelukan, ada sindiran, bahkan ada kemarahan. Itu satu hal yang dinamika masing-masing memiliki kecintaan kan satu cinta akan hadir," paparnya.

"[Dan] orang yang mau jadi calon presiden itu artinya mau merelakan dirinya untuk melayani orang banyak itu valuenya di sana, siapapun itu. Dia juga sama dengan Pak Jokowi, mau jadi presiden, mau bercapek-capek, mau mendedikasikan dirinya untuk kepentingan orang banyak, negara, bangsa," lanjut dia.

Presiden Joko Widodo bersama Anies Baswedan saat meninjau proyek pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta, Senin (25/4/2022). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

NasDem Sebut Anies Lebih Mesra dengan Jokowi

Willy menyatakan, dalam proses politik, kode di depan bisa nampak keras. Namun belum tentu bagaimana situasi di belakang.

"Kode boleh keras di depan, tapi di belakang siapa yang tau permasalahan mereka? Jadi sama Mas Anies ya kita bisa lihat walaupun tidak di depan umum tapi ya mungkin lebih dalam kemesraan itu," kata dia.

"NasDem bukan baperan partainnya, partai akal sehat. Kalau bahasa Medannya, 'awak tau awak diumbang tapi awak pun surut'. Kita tahu kita dipuji, senang, tapi belum tentu juga pujian itu hal yang nyata," pungkas dia.