Nasib Bayi 8 Bulan yang Dijadikan 'Manusia Silver' Oleh Sang Ibu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bulu di telinga bayi atau lanugo. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulu di telinga bayi atau lanugo. Foto: Shutter Stock

Aksi seorang perempuan menjadi 'manusia silver' jalanan di Tangerang Selatan menjadi sorotan. Sebab, tidak hanya mewarnai dirinya sendiri, dia juga membawa bayi yang 'diubah' menjadi manusia silver.

Sebuah foto menunjukkan seorang bayi yang tengah dipangku oleh seorang perempuan.

Terlihat wajah dan kaki dari bayi tersebut dicat berwarna silver. Alhasil, unggahan itu mendapat kecaman dari warganet dan viral di media sosial.

Dalam keterangan di akun @tangsel_update, peristiwa balita diwarnai silver dengan tujuan mengamen terjadi di Parakan, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Diduga balita tersebut menjadi korban eksploitasi oleh orang tua maupun orang terdekat.

Bocah manusia silver di Pamulang, Tangerang Selatan, yang sumbangkan sebagian penghasilannya untuk kasih makan kucing. Foto: Dok. Bimbim

Manusia silver adalah julukan untuk orang yang melumuri seluruh tubuhnya dengan cat warna silver atau perak sambil bergaya seperti patung di hadapan para pengendara motor maupun mobil.

Ada juga yang berkeliling jalanan. Mereka berharap sumbangan seikhlasnya dari para pengendara yang melintas.

Cat yang digunakan biasanya cat sablon yang dicampur dengan minyak tertentu. Penggunaan cat sablon pada tubuh itu bisa berbahaya bagi kulit dan bisa membuat kulit terasa panas serta terbakar.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan kepada kumparan baru mengetahui kejadian tersebut.

"Saya baru tahu, nanti langkah selanjutnya akan kita cek ke lokasi," kata Muksin.

Ia mengatakan, pihaknya sudah sering kali melakukan razia manusia silver sebagai bentuk keamanan, kenyamanan dan ketertiban di Kota Tangerang Selatan. Namun, ia tidak pernah mendapati para manusia silver menggunakan bayi untuk ikut diubah menjadi manusia silver.

Orang tua bayi 'manusia silver' berinisial NK (21) saat diamankan petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Satpol PP Tangsel Amankan Ibu dan Bayi 'Manusia Silver' Lalu Bawa ke Dinsos

Satpol PP Kota Tangerang Selatan akhirnya mengamankan ibu dan bayi 10 bulan yang menjadi 'manusia silver' di sebuah SPBU di Pamulang.

Wanita berinisial NK (21) itu tidak mengetahui anaknya tersebut dicat kemudian digunakan untuk mengamen. Ia mengaku bayi tersebut dibawa oleh rekannya.

"Jadi, berdasarkan hasil pencarian kami, akhirnya ibu dan bayinya ini berhasil kita temukan. Di mana mereka tinggal di Parakan, Kota Tangsel," ujar Muksin.

"Di sana, kami minta keterangan, dan ternyata ibu NK selaku ibu kandung bayi yang viral itu, tidak tahu kalau anaknya dicat seperti itu," imbuhnya.

NK tampak bingung karena cat berwarna silver yang ada pada anaknya. Kemudian, rekannya berinisial E tersebut tiba-tiba memberikan uang Rp 20 ribu.

"Dia pengakuannya gak tahu kalau dibawa, dan pas anaknya pulang bersama rekannya, ia dikasih uang Rp 20 ribu, katanya buat beli susu dan popok," ujarnya.

Dari temuan tersebut, petugas membawa NK berserta bayinya ke Dinsos Kota Tangerang Selatan.

"Kita serahkan ke Dinas Sosial Tangsel. Di sini, ibu NK pun tinggal hanya dengan anaknya, dan ibu NK juga bekerja sebagai manusia silver. Ia pun tidak memiliki KTP, makanya untuk selanjutnya kita serahkan ke Dinsos," pungkasnya.

Orang tua bayi 'manusia silver' berinisial NK (21) saat diamankan petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Ibu Bayi 'Manusia Silver' di Tangsel Jalani Asesmen

NK dimintai keterangan mengapa bayi 10 bulan tersebut dicat lalu diajak mengamen oleh rekannya berinisial E di Pamulang, Tangsel.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Wahyunoto mengatakan NK beserta bayinya akan jalani asesmen awal. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu mengapa bayi tersebut dilibatkan dalam aksi mengemis di jalan.

"Kita akan proses, terutama ibunya, kita cari tahu kenapa si ibu menjadi manusia silver, begitu juga kita akan tanyakan kenapa bayinya dijadikan seperti itu juga. Karena mau bagaimanapun, dugaannya sudah eksploitasi anak," ujar Wahyunoto.

Hingga saat ini, belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada NK. Sebab, Dinsos masih menunggu hasil asesmen.

Jika faktor ekonomi menjadi sebab kejadian itu, dinsos akan memberikan bantuan.