Nasib Bayi dalam Paper Bag di Kudus: Dibawa ke Panti, Ortu Belum Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di tas kantong kertas di teras rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Foto: Kades Karangampel
zoom-in-whitePerbesar
Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di tas kantong kertas di teras rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026). Foto: Kades Karangampel

Bayi berjenis kelamin perempuan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang ditemukan di teras rumah warga rencananya akan dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Anak Balita Wiloso Tomo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan karena hingga kini belum diketahui siapa orang tua kandung bayi tersebut.

Sebelumnya, bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam paper bag di teras rumah milik Muhammad Humaidi yang berada di RT 4, RW 3, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Selasa (11/8) malam. Sementara itu, hingga Jumat (14/8) pagi, bayi tersebut masih berada di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengatakan pemindahan ke panti dilakukan karena belum munculnya orang tua bayi yang diduga menelantarkan bayi tersebut. Di sisi lain, Kabupaten Kudus belum memiliki panti khusus bayi.

"Pertimbangannya ya karena di situ memang panti khusus untuk bayi dan resmi milik pemerintah," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8) pagi.

Namun, penyerahan bayi ke Panti Wiloso Tomo masih menunggu keputusan pihak RSI Sunan Kudus. Pertimbangan kondisi kesehatan bayi menjadi fokus utama. Hal itu diperlukan mengingat perjalanan darat dari Kudus menuju Kota Salatiga cukup jauh.

"Kami masih menunggu konfirmasi kondisi bayi dari RSI. Kalau kondisi bayi sudah stabil dan dari Polres Kudus juga belum menemukan orang tua bayi, maka bayi tersebut akan kami bawa ke Panti Wiloso Tomo," terangnya.

Selanjutnya, ada prosedur yang harus dilalui apabila bayi tersebut hendak diadopsi. Setidaknya, harus menunggu selama tiga bulan terlebih dahulu.

"Selama tiga bulan kalau orang tuanya belum muncul untuk kembali mengambil bayinya, maka kami umumkan ke media bagi yang mau mengadopsi," jelasnya.

Tercatat hingga Kamis (13/8), sudah ada tujuh orang yang ingin mengadopsi bayi perempuan tersebut. Mereka yang berniat mengadopsi seluruhnya berasal dari Kudus.

"Kami mengimbau para orang tua untuk tidak menelantarkan anak karena ada Undang-Undang Perlindungan Anak. Lebih baik kalau ada permasalahan bisa dikomunikasikan dengan Dinas Sosial," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin, menyampaikan kondisi bayi pada Jumat (14/8) pagi membaik dan sehat. Pihak RSI Sunan Kudus juga telah berkomunikasi dengan Dinsos Kudus terkait rencana membawa bayi tersebut ke Panti Pelayanan Sosial Anak Balita Wiloso Tomo.

"Kondisi bayi sudah sehat dan dinyatakan aman untuk perjalanan dari Kudus ke Salatiga. Pagi ini akan ada pemeriksaan lagi," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Noviandi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mencari keberadaan orang tua bayi tersebut.

"Masih proses pendalaman dan saat ini ditangani oleh Polres Kudus," ucapnya.