Nasib WN Ceko yang Lecehkan Pura di Bali: Ikut Upacara Adat Minta Maaf

Pasangan asal Republik Ceko, Sabina Dolezalova dan Jdenek Slova tak menyangka plesirannya ke Bali berujung pelik. Awalnya mereka hendak bersantai, tapi malah harus berurusan dengan pejabat desa, warga hingga polisi.
Penyebabnya adalah aksi mereka yang viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun @infogianyar, sejoli itu sedang berada di kawasan Pura Monkey Forest, Ubud, Bali.
Dalam video itu, Slova menampung air dari pura dengan tangannya. Dia lalu menyiram air itu ke bokong Sabina.
Aksi mereka dikecam warganet. Mereka dinilai melecehkan kesucian air dan pura itu. Tak lama kemudian, keduanya lalu meluncurkan video permintaan maaf.
“Kita enggak tahu kalau itu air dan pura itu suci. Kita juga enggak ingin melakukan hal yang buruk. Maafkan kami dan kami sedang mencari jalan untuk memperbaiki ini,” kata Sabina seperti dilihat kumparan di akun @infogianyar,Senin (12/8).
Dihubungi terpisah, Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana mengatakan, pihak pejabat desa dan aparat setempat sudah memanggil keduanya. Keduanya dipanggil untuk membahas perlakuan mereka. Hasilnya, perkara WN Cek ini diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah dimediasi hari ini bersama paruman (rapat) desa adat, imigrasi, polsek konjen negaranya dan anggota DPD Arya Wedakarna. Karena mereka baru di Bali dan tidak tahu kalau pura itu suci,” kata dia saat dihubungi.
Nuryana mengatakan, kasus ini juga tak dibawa ke ranah hukum. Rencananya, Kamis (15/8), bendesa adat akan menggelar upacara pencaruan di Pura tersebut. Upacara ini merupakan upacara pembersihan dengan menyediakan sesajen karena dinilai telah membuat pura jadi “kotor”.
“Berdasarkan hasil kesempatan bersama oleh bendesa adat, keduanya juga akan ikut upacara,” kata Nuryana.
Nuryana mengatakan, air alias tirta ini memang dianggap suci oleh warga setempat. Sebab, saat hari raya umat Hindu, warga biasanya akan melukat (membersihkan diri) melalui air dari pura tersebut. Aksi keduanya tentu mencemari kesucian pura.
“Sebenarnya ada tulisan dilarang mencuci kaki dalam bahasa Inggris. Dia kira cuci badan boleh. Intinya mereka sudah minta maaf secara lisan dan ada juga surat pernyataannya, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar dia.
Nuryana mengatakan, dua turis asing tiba di Bali Rabu (7/8) lalu. Keduanya mengunjungi Monkey Forest pada Sabtu (10/8) lalu. Rencananya, keduanya akan pulang ke negara asalnya usai upacara diadakan.
