Nasihat Ma'ruf Amin ke Kaesang-Erina: Luruskan Niat, Terima Apa Adanya

Wakil Presiden Ma'ruf Amin diminta untuk memberikan wejangan pernikahan kepada pasangan baru, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Dalam wejangannya, Ma'ruf mengingatkan bahwa pernikahan merupakan tuntunan agama dan sunah rasul.
"Melalui pernikahan, dibangun rumah tangga. Rumah tangga adalah gambar yang diperkecil dari masyarakat. Rumah tangga adalah miniatur masyarakat. Masyarakat itu akan baik manakala rumah tangganya baik. Dan kalau rumah tangga tidak baik, masyarakat juga tidak akan baik," kata Ma'ruf di Pendopo Agung Roya Ambarrukmo, Hotel Yogyakarta, Sabtu (10/12).
Ma'ruf mengatakan, perjanjian suami istri merupakan salah satu perjanjian yang kuat. Sebab, perjanjian pernikahan merupakan perjanjian dengan Allah SWT.
"Karena yang mengambil janji sesungguhnya adalah bukan istri, hanya perantara saja, tapi janji itu kepada Allah SWT. Oleh karena itu ananda Kaesang ketika anda mengucapkan saya terima nikahnya, kawinnya, berarti anda sedang berjanji kepada Allah SWT. Itu harus diingat," ujarnya.
"Hati-hati. Hati-hati juga para suami yang lain," lanjut Ma'ruf diikuti tawa tamu undangan.
Lebih lanjut, Ma'ruf mengingatkan Kaesang-Erina agar meluruskan niat mereka dalam membangun rumah tangga. Ia mengingatkan keduanya agar niat pernikahan menjadi ibadah karena Allah SWT.
"Karena banyak amalan kelihatannya duniawi tapi jadi amalan akhirat, dengan sebab dan niat yang baik. Bahkan sebaliknya, banyak amalan yang kelihatan amalan akhirat tapi berubah jadi amalan duniawi, tidak berpahala bahkan berdosa karena niatnya tidak baik. Karena itu kamu luruskan niatnya, niat ibadah kepada Allah SWT," kata Ma'ruf.
Kemudian, Ma'ruf mengingatkan Kaesang-Erina untuk menerima satu sama lain apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Ia mengatakan, tidak ada suami dan istri yang sempurna.
"Mungkin waktu belum nikah belum tahu seperti apa. Tapi setelah nikah nanti tahu. Misalnya tahu-tahu kalau tidur ngorok, terimalah suami anda dengan segala apa yang ada padanya. Perempuan juga sama. Ada perempuan yang sulit bicara, pelit bicara, tapi ada perempuan yang kalau bicara tidak mau berhenti. Kalau suaminya satu kalimat, istrinya kayak petasan, ada," ujarnya.
Ma'ruf menasihatkan keduanya agar menjadikan rumah tangga harmonis, rukun, dan damai. Sebab, rumah tangga harmonis ketika kedua pasangan saling mencintai dan saling mengasihi.
"Kalau suami sakit, istri sakit. Kalau istri sakit, suami juga ikut sakit. Bukan hanya dalam rumah tangga, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau ada saling mencintai dan menyayangi akan terbangun masyarakat yang harmonis," ungkapnya.
Sementara untuk membuat rumah tangga harmonis diperlukan pengertian. Hal ini yang membuat pasangan akan saling mengerti meski ada pasangan yang salah.
"Di dalam rumah tangga tentu ada kadang-kadang yang menyebabkan terjadi ketegangan. Itu bisa terjadi karena gigi saja dengan lidah yang dikonstruksi, diatur baik kadang-kadang tergigit juga lidah itu. Kalau nanti misalnya ada salah satu merasa marah, itu dari setan. Setan itu api," tegasnya.
Untuk itu, Ma'ruf mengingatkan Kaesang-Erina untuk mengambil air wudu dan berdoa ketika ada salah satu pihak yang marah atau emosi.
"Jangan ambil piring. Piring tidak salah dibanting. Jangan masuk kamar mengunci diri satu minggu [sampai] suami kebingungan. Tapi dinginkan dengan air, berwudu, bermunajat, meminta petunjuk Allah," pungkasnya.
