Naskah Proklamasi Tulisan Soekarno Akan Ditampilkan di Acara HUT RI di Istana
Istana Kepresidenan menggelar upacara peringatan HUT ke-75 RI, Senin (17/8) besok. Nantinya naskah asli teks Proklamasi tulisan tangan Ir Soekarno akan ditampilkan di rangkaian upacara HUT RI.
Sekretariat Presiden dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah melakukan serah terima arsip bersejarah tersebut hari ini, Minggu (16/8) agar bisa ditampilkan dalam mimbar kehormatan saat upacara HUT RI berlangsung.
"Hari ini kita saksikan bersama satu lagi perjalanan bangsa Indonesia bahwa ANRI yang telah menyimpan, merawat, dan menyelamatkan arsip negara berupa tulisan tangan Bapak Ir. Soekarno mengenai pernyataan proklamasi pada saat ini diserahkan kepada kami, Sekretariat Presiden, untuk bersama-sama besok kita tampilkan di mimbar kehormatan," ujar Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Rika Kiswardani, di Gedung O, ANRI, Jakarta Selatan dalam keterangannya.
Proses serah terima dilakukan oleh Direktur Preservasi, Deputi Konservasi Arsip ANRI, Kandar, kepada Kepala Biro Umum, Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Yudhi Wijayanto dan disaksikan Plt. Kepala ANRI Taufik, Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden Rika Kiswardani, dan Plt. Deputi Konservasi Arsip ANRI Multi Siswati.
Rika mengatakan proses pengembalian naskah asli tersebut ke ANRI akan berlangsung satu hari setelahnya, yakni pada 18 Agustus 2020. Ia mengatakan langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa menyaksikan momen bersejarah itu melalui siaran televisi maupun live streaming.
“Insyaallah tanggal 18 Agustus akan kami serahkan kembali untuk mendapatkan perawatan terbaik di ANRI. Mudah-mudahan kita bisa jadi saksi dan pelaku sejarah karena peringatan hari ulang tahun kemerdekaan tahun ini berbeda,” kata dia.
Perlu diketahui ANRI telah menyimpan naskah asli teks Proklamasi sejak tahun 1992 lalu.
Berdasarkan catatan sejarah, naskah tersebut diselamatkan dan disimpan oleh B.M. Diah, seorang tokoh pers dan pejuang kemerdekaan, untuk kemudian diserahkan kepada Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, yang meneruskannya kepada Menteri Sekretaris Negara 1988-1998 Moerdiono.
Moerdiono menyerahkan naskah tersebut kepada ANRI pada tahun 1992 untuk disimpan dan dirawat dengan baik. Sejak saat itu, ANRI menyimpan naskah asli Teks Proklamasi yang bertulis tangan Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
