Nathaniel Veltman, Penabrak Keluarga Muslim Kanada, Dijatuhi Dakwaan Terorisme

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sketsa wajah Nathaniel Veltman selama penampilan pengadilan di London, Ontario, Kanada. Foto: Pam Davies/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sketsa wajah Nathaniel Veltman selama penampilan pengadilan di London, Ontario, Kanada. Foto: Pam Davies/via REUTERS

Nathaniel Veltman (20), pria penabrak satu keluarga Muslim di Kanada, didakwa dengan tuduhan terorisme, Senin (14/6).

Dakwaan ini menambah dua dakwaan lainnya yang telah dijatuhkan pada Veltman, yaitu pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan.

Dikarenakan adanya larangan publikasi oleh pengadilan, rincian dari persidangan Veltman tak bisa diungkap ke publik. Hingga saat ini, Veltman masih belum didampingi oleh kuasa hukum.

Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland. Foto: Reuters/Edgard Garrido

Wakil Perdana Menteri Kanada, Chrystia Freeland, merespons dakwaan terorisme tersebut. Ia mengapresiasi diputuskannya dakwaan tersebut sebagai sebuah bentuk keseriusan Kanada dalam menghadapi supremasi kulit putih.

“Sangatlah penting bagi kita untuk menamainya sebagai tindakan terorisme, dan juga penting bagi kita untuk mengidentifikasi ancaman buruk yang dibawa oleh supremasi kulit putih terhadap Kanada dan juga warga Kanada,” tegasnya, seperti dikutip dari Reuters.

Orang-orang berkumpul di TKP di mana seorang pria mengendarai truk pickup melompati trotoar dan menabrak sebuah keluarga Muslim, di London, Ontario, Kanada (7/6). Foto: Carlos Osorio/REUTERS

Satu keluarga Afzaal yang terdiri dari lima orang itu ditabrak oleh Veltman ketika tengah berjalan-jalan santai pada Minggu (6/6) malam. Empat orang yang tewas adalah Salman Afzaal, istrinya, anak perempuannya, serta ibu dari Salman.

Sementara anak laki-laki Salman, usia 9 tahun, selamat dari insiden tersebut dan baru saja keluar dari rumah sakit pada Senin (14/6).

kumparan post embed

Didasari Kebencian pada Umat Islam

Serangan ini disebut merupakan serangan terhadap warga Muslim Kanada terburuk sejak insiden penembakan di Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec pada 2017 lalu. Peristiwa berdarah tersebut merenggut nyawa 6 Muslim usai melaksanakan ibadah Salat Isya.

Sejauh ini, belum banyak detail informasi soal mengapa Kepolisian Kanada menyimpulkan bahwa tindakan Veltman ini didasari oleh kebencian akan umat Islam.

Veltman akan kembali hadir dalam persidangan lanjutan pada 21 Juni mendatang.

kumparan post embed