Negara G7 Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
·waktu baca 3 menit

Merespons eskalasi antara Israel dan Iran, para pemimpin negara-negara G7 kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami, para pemimpin G7, menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan pernah boleh memiliki senjata nuklir,” bunyi pernyataan bersama G7 yang dirilis usai pertemuan di Kanada, Senin (16/6).
Pernyataan itu juga menekankan hak Israel — negara sekutu mereka — untuk membela diri, pentingnya perlindungan warga sipil, serta seruan agar ketegangan di Timur Tengah diredakan.
G7 mendorong agar penyelesaian krisis Iran turut membuka jalan bagi gencatan senjata di Gaza.
“Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror regional,” lanjut pernyataan tersebut, yang juga menyebut para pemimpin tetap waspada akan dampak konflik terhadap pasar energi global.
Trump Tinggalkan KTT Lebih Awal
Presiden AS Donald Trump meninggalkan KTT lebih awal dari jadwal, setelah menyatakan dukungan penuh terhadap Israel dan menekan Iran agar segera berunding.
“Saya harus kembali secepat mungkin. Ini hal yang besar,” ujarnya kepada media sebelum meninggalkan Kanada, lapor AFP.
Sebelumnya Trump ragu-ragu menandatangani pernyataan bersama terkait deeskalasi itu, tapi ia akhirnya setuju saat makan malam bersama para pemimpin G7 lainnya.
Ia juga sempat memperingatkan warga di Teheran lewat media sosialnya: “Semua orang harus segera meninggalkan Teheran!”
Trump ingin Iran segera menyetujui penyelesaian yang dinegosiasikan.
“Ini menyakitkan bagi kedua belah pihak, tapi Iran tidak akan memenangkan perang ini. Mereka harus bicara sebelum terlambat,” katanya saat bertemu Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Meski mendukung Israel, Trump menolak menyatakan apakah AS akan ikut terlibat secara militer.
Gedung Putih memastikan pasukan AS masih dalam posisi bertahan.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron membuka peluang pendekatan diplomatik.
“Ada tawaran untuk pertemuan dan pertukaran,” ujarnya.
Namun Macron juga menegaskan keraguannya terhadap pendekatan militer sebagai jalan keluar.
“Setiap orang yang berpikir bahwa bom dari luar bisa menyelamatkan suatu negara selalu keliru,” ucapnya.
Ketegangan Terbaru
Sejak Jumat pekan lalu, Israel menggempur sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk situs nuklir dan markas militer.
Serangan tersebut menewaskan sejumlah komandan dan ilmuwan nuklir Iran. Setidaknya 224 warga Iran tewas dalam lima hari, mayoritas warga sipil.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel.
Iran diketahui telah meningkatkan aktivitas pengayaan uranium sejak AS menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018.
Namun hingga kini, belum ada bukti bahwa Iran telah memproduksi senjata nuklir.
Israel yang mendapat sokongan kuat AS, secara luas diyakini memiliki persenjataan nuklir meski tak pernah mengakuinya secara resmi.
Isu Ekonomi Global
Pertemuan G7 kali ini juga dibayangi isu ekonomi global. Trump menyuarakan rencana tarif baru untuk sejumlah negara mitra, namun masih membuka ruang negosiasi, terutama dengan Kanada dan Inggris.
G7 terdiri dari tujuh negara demokrasi industri utama: Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, dan Jepang.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyampaikan penyesalan bahwa Rusia tidak lagi menjadi anggota kelompok tersebut. Ia mengeklaim jika Rusia tetap di G8, perang Ukraina bisa dihindari.
