Negara-negara ASEAN Sepakat Dirikan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers disela-sela kegiatan the 15th ASEAN Health Ministers Meeting di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers disela-sela kegiatan the 15th ASEAN Health Ministers Meeting di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN sepakat untuk mendirikan Asean Center For Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) atau Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat .

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers 15th Health Minister Meeting and Related Meetings (AHMM) di Hotel Conrad, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (14/5).

Ia mengatakan, ACPHEED ini didirikan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas tenaga kesehatan negara anggota untuk menghadapi pandemi baru.

“Jadi Center For Public Health Emergencies and Emerging Diseases ini ini membina capability dan capacity dari seluruh ASEAN country untuk mempersiapkan diri kalau ada potensi pandemi baru,” kata dia.

Sekretariat ACPHEED akan berada di Thailand. Sementara itu, pembiayaan kegiatan ACPHEED berasal dari negara anggota dan dana sukarela dari negara lain.

“Untuk pembiayaan selain kontribusi dari anggota ASEAN beberapa anggota mitra seperti Jepang sudah mau komitmen untuk pembiayaan untuk ASEAN,” kata dia.

Dalam pertemuan ini, kata Budi, negara-negara ASEAN juga sepakat kerja sama dalam menentukan kriteria protokol kesehatan dalam menangani potensi pandemi baru. Salah satu di antaranya berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

Petugas kesehatan melayani warga yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga (booster) di posko vaksinasi Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (17/4/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

“Dengan standar WHO baik saat ini maupun ke depannya kalau ada pandemi lain negara ASEAN sudah siap. Enggak lockdown 100 persen tapi orangnya sudah divaksin dan sehat, tetap dia bisa bergerak, bisa mobile sehingga ekonominya tidak 100 persen berhenti,” katanya.

Budi menambahkan, dalam pertemuan ini ASEAN turut membangun kerja sama bilateral dengan China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Hubungan kerja sama ASEAN dengan China fokus pada upaya pencegahan penularan virus dari hewan ke manusia atau disebut dengan konsep one health. Penularan ini biasanya menyebabkan pandemi seperti COVID-19 dan lainnya.

“Supaya bisa mencegah terjadinya pandemi kita harus memonitor ekosistem hewannya supaya jangan sampai virusnya loncat ke manusia dan kita bisa deteksi lebih dini,” kata dia.

Hubungan bilateral dengan Korea Selatan berkaitan dengan sistem evaluasi dan komunikasi dibidang kesehatan. Sementara itu, hubungan bilateral dengan Amerika Serikat berkaitan dengan wisata kesehatan dan penguatan di bidang sumber daya manusia.