Negara-negara di Dunia Bersiap Beri Suntikan Ketiga Vaksin Corona
·waktu baca 2 menit

Vaksinasi COVID-19 saat ini dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak waktu antara 4 minggu sampai 12 minggu tergantung dengan merek vaksin yang digunakan. Belakangan ini, penyuntikan dosis vaksin yang ketiga mulai banyak diisukan oleh sejumlah negara di dunia, khususnya Timur Tengah.
Bahrain kini dikabarkan telah menawarkan warganya dosis vaksin Pfizer ketiga yaitu 6 bulan setelah warganya menerima dua dosis vaksin Sinopharm. Dikutip dari The Washington Post, pencampuran vaksin ini dilakukan Bahrain lantaran mencegah penyebaran virus akibat kasus positif COVID-19 yang terus meningkat.
Walau demikian, pemerintah Bahrain tetap memberikan opsi bagi warganya untuk memilih vaksin mana sebagai dosis ketiga yang akan diterima.
Serupa dengan Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) juga memberikan opsi Pfizer sebagai suntikan dosis ketiga pada warga Abu Dhabi. Hal ini dinilai mampu meningkatkan tingkat kekebalan tubuh mereka. Negara ini juga diketahui telah memvaksinasi warganya secara lengkap menggunakan Sinopharm.
“Pencampuran vaksin secara teoritis dapat dilakukan dengan aman, karena tidak ada alasan imunologis mengapa tidak. Bahkan dapat membantu meningkatkan respons kekebalan terhadap varian," jelas ahli penyakit dalam UEA Dr. Jyoti yang diambil dari Khaleej Times.
Sementara itu, Arab News juga melaporkan Presiden Turki Erdogan mengakui telah mendapatkan dosis vaksin yang ketiga pada Maret lalu. Sebelumnya ia telah mendapat vaksin pertama dan kedua di bulan Januari dan Februari 2021.
Dalam pengakuannya, Erdogan tidak menyebutkan merek vaksin apa yang ia gunakan setelah sebelumnya adalah Sinovac. Sementara negaranya juga membeli Pfizer-BioNtech.
Terkait penggunaan dosis vaksin campur, Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis juga mengizinkan penggunaan dosis ketiga vaksin dari merek yang berbeda.
