Nelayan Cianjur Hilang: Hanya Kapalnya yang Ditemukan Terombang-ambing di Laut

Sobirin, seorang nelayan asal Kampung Karyamukti, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Korban pergi melaut menggunakan perahu AM Family pada Selasa (13/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keesokan harinya, Rabu (14/10), perahu yang ditumpangi korban ditemukan tanpa awak dan terombang-ambing di tengah laut. Perahu tersebut kemudian dievakuasi oleh nelayan lain yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi.
Kasatpolair Polres Cianjur, Iptu Eko Waluyo, mengatakan jajarannya telah menerima laporan dugaan kecelakaan laut yang menyebabkan seorang nelayan asal Kecamatan Cidaun hilang.
Eko menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di Perairan Cidaun.
“Proses pencarian hari pertama, kami menyisir area pantai. Karena, untuk pencarian ke tengah perairan dinilai beresiko dengan kondisi gelombang tinggi jika menggunakan alat dan sarana yang terbatas,” kata Eko kepada kumparan, Kamis (15/10).
Eko mengungkapkan, pada hari kedua pencarian, jajarannya dibantu Basarnas yang menerjunkan peralatan dan sarana SAR yang lebih memadai.
“Hari kedua ini, kami dibantu Basarnas dan unsur SAR lainnya yang dibagi menjadi beberapa tim untuk melakukan pencarian di lokasi awal perahu korban ditemukan dan menyisir area pantai,” jelasnya.
Eko menjelaskan, gelombang tinggi dan angin kencang menjadi kendala dalam proses pencarian korban.
“Saat ini gelombang tinggi mencapai sekitar 3 meter masih terjadi, ditambah angin kencang. Kondisi ini cukup berisiko dan menjadi kendala, kami masih harus pantau kondisi cuaca di lokasi pencarian,” ujarnya.
Eko menambahkan, pencarian korban akan dilakukan selama sepekan ke depan.
“Operasi SAR hingga sepekan ke depan, kami juga meminta masyarakat dan nelayan agar tidak memaksakan melaut dengan kondisi gelombang tinggi disertai angin kencang,” imbuhnya.
