Nello Kagum Repan Baduy Tak Nyasar Jalan Kaki Cempaka Putih-Tanjung Duren: Hebat
·waktu baca 2 menit

Warga Baduy Dalam, Repan, dibegal hingga terluka di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, beberapa waktu lalu saat berjualan madu. Usai dibegal, Repan datang ke sebuah rumah sakit yang ada di Cempaka Putih tapi tak dilayani karena tak mempunyai identitas berupa KTP.
Repan lalu berjalan kaki menuju ke rumah pelanggan madunya yakni Johan Chandra atau yang dikenal Nello. Nello mengaku terkejut Repan dapat mengetahui jalan dari Cempaka Putih ke rumahnya di Tanjung Duren dalam kondisi tangan kanannya terluka bersimbah darah.
"Itu yang aneh ya (bisa tahu jalan), itu emang kehebatan orang-orang Baduy sih," kata Nello ketika ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11).
Adapun Nello pertama kali mengenal Repan di sebuah SPBU yang ada di daerah Jalan Arjuna. Ketika itu, Nello membeli madu yang dijual Repan lalu memberikan kartu nama berisi alamat rumahnya.
"Saya kasih alamat waktu di jalanan ketemu pertama. Saya bilang 'Kamu ke tempat saya ya, ini alamat saya kalau misalnya mau istirahat dan sebagainya boleh'," jelas dia.
Sementara itu, Repan mengaku berpatokan ke Monas untuk menuju ke rumah Nello. Di Monas, dia bertanya ke sejumlah orang hingga tiba di rumah Nello. Hingga kini, kondisi tangan kirinya masih terasa sakit meskipun sudah dijahit.
"Urang langsung leumpang ka arah Monas terus langsung kadieu (saya jalan kaki ke arah Monas terus langsung ke sini rumah Pak Nello)" ucap dia.
Repan dibegal di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.
