Nenek Asmara Hidup Sebatang Kara di Gubuk karena Ditinggal Keluarga

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubuk Nenek Asmara (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Gubuk Nenek Asmara (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

Potret kemiskinan masih mewarnai kawasan penyangga Ibu Kota. Di Kabupaten Bogor, masih ada seorang nenek renta yang selama 4 tahun telantar dan hanya tinggal di sebuah gubuk, di atas tanah milik tetangganya.

Nenek Asmara (75), namanya. Warga Kampung Kompa, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, ini sebelumnya tinggal bersama kakaknya. Setelah sang kakak meninggal, keponakannya menjual rumah yang selama ini mereka tempati. Sayangnya, Nenek Asmara tak diajak tinggal bersama.

Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

"Pernah oleh warga setempat dipulangkan ke rumah saudaranya, tetapi Nenek Asmara kembali lagi," ujar budayawan asal Bogor, Ki Agus Firmansyah, saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Jumat (25/8).

Usianya yang sudah renta membuat Nenek Asmara tak mampu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mau tak mau ia mengandalkan bantuan tetangga.

Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

Nenek bertubuh kurus kering ini tinggal di sebuah gubuk yang dibangun di atas tanah milik warga setempat bernama Marjo. Keluarga Marjo jugalah yang setiap hari memberikan makan.

Dalam setahun terakhir, kondisi kesehatan Nenek Asmara yang menderita asma, mulai memburuk. Puncaknya, menurut Ki Agus, terjadi sejak sebulan terakhir. Keluarga Marjo tak memiliki cukup uang untuk membawa Nenek Asmara berobat, sehingga sakit yang dideritanya semakin parah.

Gubuk Nenek Asmara (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Gubuk Nenek Asmara (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

Hingga akhirnya kabar ini sampai ke telinga Ki Agus dan komunitas budayawan di Bogor. Mereka kemudian bergerak mencari donatur dan menghubungi pemerintah daerah setempat.

"Berkat bantuan dari PLN Kabupaten Bogor, Kecamatan Ciomas, Dinas Sosial Kabupaten Bogor, dan para budayawan Bogor, akhirnya Nenek Asmara mendapat penanganan medis," ujar Ki Agus.

Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Asmara terlantar (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

Siang tadi, Nenek Asmara dibawa ke RSUD Cigudeg. Dia ditemani oleh para relawan yang selama ini mencarikan bantuan untuknya.

"Sekarang gubuknya dibongkar dan rencananya akan diperbaiki oleh Dinsos menjadi bentuk rumah yang lebih layak," ujar Ki Agus.

Nenek Asmara di evakuasi ke RSUD Cigudeg (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Nenek Asmara di evakuasi ke RSUD Cigudeg (Foto: Dok. Ki Agus Firmansyah)

Dia berharap Nenek Asmara segera pulih dan rumah barunya segera selesai dibangun. "Kasihan kan sudah tua, enggak punya siapa-siapa lagi, masa harus hidup menderita," tuturnya.

Dia berharap kasus Nenek Asmara menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya pemerintah. Jangan sampai warga miskin hidup telantar.