Nestapa Siswa SD di Indramayu: Berangkat Sekolah Sehat, Pulang Meninggal Dunia
·waktu baca 4 menit

Seorang siswa Sekolah Dasar (SD), W (10) di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Kamis, (1/8). Penyebab meninggalnya bocah tersebut masih simpang siur.
Beberapa pihak menduga bahwa siswa tersebut menjadi korban bullying, sementara yang lain mengatakan bahwa korban meninggal karena terjatuh dan membentur pintu kelas sekolah.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, keluarga sepakat untuk melakukan otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, Caridin, menyatakan bahwa peristiwa ini sangat mengejutkan karena terjadi saat jam sekolah.
Menurut laporan yang diterimanya, korban ditemukan tidak sadarkan diri di sekolah dan segera diberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk ke RSUD Indramayu. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
"Masih belum jelas (penyebabnya), kami serahkan penyelidikannya kepada kepolisian,” ujar Caridin, Kamis (1/8).
Penjelasan Caridin diperkuat oleh Bangkit, salah satu guru di sekolah tersebut. Menurut Bangkit, begitu mengetahui korban pingsan, ia bersama rekan-rekannya segera membawa korban ke Puskesmas dan kemudian ke RSUD Indramayu.
Namun, dalam perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia. Bangkit juga menyebut bahwa keterangan siswa-siswa yang berada di lokasi kejadian tidak konsisten dan simpang siur.
Dokter Puskesmas Cikedung, Adi Suwasto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan cedera kepala berat. Menurut Adi, hanya ada sedikit darah pada bagian gigi dan gusi korban.
"Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, kami sarankan autopsi oleh dokter forensik. Alhamdulillah, keluarga mengizinkan autopsi," kata Adi.
Respons Keluarga Korban
Agus Tarsudi (39), paman korban, menyebut siswa SD tersebut sempat mendapatkan perawatan sebelum meninggal. "Dia sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas sebelum dibawa ke rumah sakit," jelas Agus di rumah duka, Jumat (2/8).
Keluarga berharap kasus kematian W bisa menemukan titik terang.
"Kami sudah melakukan visum dan sekarang menunggu hasilnya. Kami berharap kasus ini cepat selesai dan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib," lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya perundungan di sekolah, Agus tidak dapat memberikan jawaban pasti.
"Kami tidak tahu apakah ada masalah perundungan. Setahu kami, dia berangkat ke sekolah dalam keadaan sehat dan pulang dalam kondisi meninggal," ujarnya.
Tinggal Bareng Nenek, Ibunya TKW
Almarhum W merupakan siswa yang duduk di kelas 3 SD. Dia tinggal bersama neneknya, Caryuni, karena ibunya, Masirih (45), sedang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Timur Tengah selama 1,5 tahun terakhir.
Sedangkan Ayah W, Zakaria, telah meninggal satu tahun lalu setelah sebelumnya bercerai dengan Masirih.
Agus menggambarkan W sebagai anak yang sehat dan aktif.
"Sehari-harinya dia bermain sepeda listrik dan berbaur dengan teman-temannya. Dia tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun dengan teman-temannya," kata Agus.
Keluarga besar korban sangat terpukul dengan kejadian ini dan berharap pihak berwajib dapat segera mengungkap penyebab meninggalnya almarhum.
"Kami hanya ingin tahu penyebab kematian anak kami dan memastikan tidak ada yang janggal," ucap Agus.
Polisi Selidiki
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hillal Adi Imawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah bergerak untuk mengusut kasus ini.
"Pada kesempatan kali ini, lebih dulu saya akan mengucapkan turut berbela sungkawa dan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada salah satu adik kami, salah satu siswa SD Negeri 3 Amis Kecamatan Cikedung, yang kita ketahui telah meninggal dunia pada Kamis (1/8/2024) siang kemarin," ucapnya.
Hillal mengungkapkan bahwa Polres Indramayu, bersama dengan Polsek Cikedung, telah menerima sejumlah informasi dari masyarakat dan sedang melaksanakan serangkaian penyidikan untuk mengetahui fakta dari peristiwa tersebut.
"Tadi malam kita sudah melaksanakan pemeriksaan autopsi terhadap almarhum di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu dan saat ini kami sedang menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian," ujarnya.
Proses penyidikan melibatkan keterangan dari sejumlah saksi, baik dari pihak guru maupun siswa siswi SDN 3 Amis, yang didampingi oleh pekerja sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Indramayu.
"Kurang lebih semalam kira-kira ada 5 saksi dari pihak guru yang sudah diperiksa dan hari ini kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi lain," tambah Hillal.
Mengenai dugaan penyebab meninggalnya, Hillal menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut karena masih menunggu hasil autopsi.
"Kami belum bisa sampaikan saat ini karena kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," jelasnya.
Terkait kabar yang ramai di masyarakat mengenai kemungkinan bullying, Hillal menyatakan bahwa informasi tersebut masih didalami.
"Termasuk informasi (bullying) itu, nanti kita akan mendalami dulu terkait kebenarannya. Kami belum bisa menyampaikan saat ini," tegasnya.
"Kami pastikan kami akan memproses dan menindaklanjuti perkara ini dengan profesional, akuntabel, dan prosedural," pungkasnya.
