Netanyahu Akui Tentara Israel Hadapi Hari Sulit Akibat Serangan Hamas di Gaza

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Maya Alleruzzo / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Maya Alleruzzo / POOL / AFP

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa militer melewati hari yang sulit di Gaza pada Rabu (13/12). Saat itu Hamas meluncurkan serangan paling mematikan sejak perang pecah 7 Oktober 2023.

Selama dua bulan perang berlangsung Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkap 18 ribu lebih warga tewas. Sedangkan pihak Israel mengungkap serangan Hamas membunuh 1.200 warganya.

Israel setelah gencatan senjata gagal diperpanjang pada awal Desember langsung membombardir Gaza.

Tentara Israel bekerja di dekat kendaraan militer selama operasi darat, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di lokasi yang disebut sebagai Gaza, Kamis (9/11/2023). Foto: Pasukan Pertahanan Israel/Handout via REUTERS

Di tengah gempuran Israel, Hamas merespons dengan perlawan sengit. Akibatnya sembilan tentara Israel tewas, termasuk di antaranya pejabat tinggi militer dan komandan batalion.

Melihat kondisi tersebut, Netanyahu tetap akan melanjutkan operasi militer di Gaza demi melenyapkan Hamas. Netanyahu menolak seruan internasional yang meminta gencatan senjata.

"Kami akan melanjutkan ini sampai akhir, tidak ada pertanyaan lagi soal ini," ujar Netanyahu seperti dikutip dari Associated Press.

"Saya katakan peristiwa ini menimbulkan sakit luar biasa dan tekanan internasional. Tidak ada bisa menghentikan kami, kami akan lanjut sampai akhir, sampai menang, tidak kurang," tegas Netanyahu.

Selatan Membara

Keluarga pengungsi dari Khan Younis mendirikan tenda pengungsian di wilayah Rafah yang berbatasan Gaza dengan Mesir. Foto: MOHAMMED ABED / AFP

Israel di samping berperang di utara, sudah memperluas serangan ke selatan sejak dua pekan lalu. Khan Younis menjadi pusat pertempuran di selatan.

Berdasarkan keterangan rumah sakit serta kesaksian warga setempat, serangan Israel di Khan Younis menyasar dua gedung. Akibatnya sejumlah warga lokal tewas termasuk anak-anak, lansia, dan perempuan.

Pertempuran juga pecah di Rafah. 19 warga sipil Rafah kehilangan nyawa akibat serangan Israel. Laporan itu diungkap pihak rumah sakit setempat.

Israel selalu menyatakan akan menghindari korban warga sipil. Terkait banyaknya warga sipil kehilanga nyawa Israel menyalahkan Hamas.

Israel menuduh Hamas bersembunyi di rumah warga. Senjata-senjata Hamas bahkan disembunyikan di berbagai bangunan sipil.