Netanyahu Bantah Israel Sepakati Proposal Damai Gaza dari AS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel  Benjamin Netanyahu menyampaikan keterangan pers usai melaksanakan pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (4/2/2025). Foto: Jim Watson/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan keterangan pers usai melaksanakan pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (4/2/2025). Foto: Jim Watson/AFP

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pemerintahnya belum menyetujui proposal yang didukung Amerika Serikat (AS) terkait konflik di Gaza.

Meski demikian, Israel telah menerima jaminan bahwa penarikan pasukan hanya akan dilakukan setelah Hamas melucuti senjatanya.

Dalam video yang diunggah di media sosial pada Selasa (4/8) malam, Netanyahu mengatakan tim Presiden AS Donald Trump meyakini Hamas dapat dilucuti dan Gaza didemiliterisasi.

"Mereka mengirimkan draf kepada kami. Kami tidak menyetujuinya. Itu bukan draf kami. Kami telah mengirimkan komentar kami," ujar Netanyahu, seperti dikutip AFP.

Warga Palestina melihat lokasi setelah serangan Israel terhadap gudang obat-obatan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (1/8/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Sebelumnya, Netanyahu bertemu dengan Board of Peace yang didukung AS pada Senin (3/8).

Dalam pertemuan itu, ia mendapat jaminan bahwa tentara Israel hanya akan meninggalkan posisi mereka di Gaza setelah Hamas benar-benar melucuti senjata.

Meski demikian, Netanyahu menghadapi tekanan dari mitra koalisi sayap kanan yang mendesaknya untuk menolak proposal tersebut. Sementara itu, pembahasan mengenai rencana AS masih terus berlangsung.

Pernyataan Trump tentang kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan gencatan senjata di Gaza, 31 Juli 2026. Foto: X/The White House

Trump sendiri telah mengumumkan langkah maju upaya perdamaian di Gaza pada 31 Juli lalu. Namun, Israel tetap meningkatkan serangannya ke Gaza.

Hamas menuding langkah Israel adalah upaya menjegal upaya damai di Gaza. Turki, Qatar, dan Mesir sebagai negara-negara mediator juga mengecam sikap Israel.

Seorang anak berbaring di atas kasur yang rusak setelah serangan Israel di Kota Gaza, Kamis (30/7/2026). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS