Netanyahu Minta Pengampunan Kasus Korupsi, Israel Diterjang Demo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Israel ikut serta dalam protes setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memohon kepada Presiden Israel Isaac Herzog untuk mengampuni persidangan pidananya, di luar kediaman pribadi Herzog di Tel Aviv, Israel, Minggu (30/11/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Israel ikut serta dalam protes setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memohon kepada Presiden Israel Isaac Herzog untuk mengampuni persidangan pidananya, di luar kediaman pribadi Herzog di Tel Aviv, Israel, Minggu (30/11/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog atas kasus korupsi yang menimpanya. Tindakan Netanyahu memicu demo di Israel.

Demo digelar di depan rumah Presiden Herzog di Tel Aviv pada Minggu (1/12).. Unjuk rasa diikuti warga serta sejumlah anggota parlemen oposisi.

Massa membawa slogan dan spanduk bertuliskan: Pengampunan = Republik Pisang. Mereka menuntut agar Herzog menolak permintaan Netanyahu.

“Dia meminta agar persidangannya dibatalkan sepenuhnya tanpa mengambil tanggung jawab apa pun, tanpa membayar harga atas bagaimana dia menghancurkan negara ini,” kata aktivis antipemerintah, Shikma Bressler, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Seorang pria bertopeng memegang spanduk bertuliskan "Tolong" dalam sebuah protes setelah Netanyahu memohon kepada Presiden Israel Isaac Herzog untuk mengampuni persidangan pidananya, di luar kediaman pribadi Herzog di Tel Aviv, Minggu (30/11/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS

“Rakyat Israel memahami apa yang dipertaruhkan, dan ini benar-benar menyangkut masa depan negara kami,” tambahnya.

Adapun Netanyahu sudah disidang selama lima tahun. Ia terjerat tiga kasus korupsi, termasuk suap hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam salah satu kasus, Netanyahu dan istrinya, Sara, diduga menerima barang-barang mewah seperti cerutu, perhiasan, dan miras senilai USD 260 ribu atau sekitar Rp 4,3 miliar.

Netanyahu juga dituduh berupaya melobi beberapa media untuk mendapatkan liputan yang menguntungkan dirinya.

Perdana menteri terlama di Israel itu berulang kali membantah semua tuduhan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP
Presiden Israel Isaac Herzog. Foto: Ronen Zvulun/REUTERS

Secara resmi, Netanyahu meminta Herzog mengampuni dirinya secara penuh. Netanyahu bahkan tidak akan mengakui bersalah maupun menyesal.

“Saya ingin melihat prosesnya sampai tuntas, tetapi realitas keamanan dan politik, kepentingan nasional, menentukan sebaliknya,” kata Netanyahu terkait permintaan pengampunan.

“Berlanjutnya persidangan ini memecah belah kita dari dalam, memicu perpecahan yang sengit, dan memperparah keretakan,” dalih Netanyahu.