Netanyahu: Perang Iran Tak Akan Berlangsung Bertahun-tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perang melawan Iran akan memakan waktu. Namun, tidak sampai bertahun-tahun.

Serangan gabungan Israel bersama AS ke Iran diluncurkan pada Sabtu (28/2) pagi. Akibatnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Iran membalas serangan AS-Israel. Mereka menyerang pangkalan AS di sejumlah negara Arab seperti UEA, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

Presiden AS Donald Trump mengungkap perang terhadap Iran kemungkinan besar akan berlangsung selama empat pekan atau lebih.

Secara terpisah, Netanyahu memastikan meski memakan waktu, perang melawan Iran tak akan berlangsung hingga bertahun-tahun.

"Saya mengatakan itu bisa cepat dan menentukan," kata Netanyahu seperti dikutip dari AFP.

"Mungkin butuh waktu, tetapi tidak akan bertahun-tahun. Ini bukan perang tanpa akhir," sambungnya.

Warga berlindung di area pemakaman saat terjadi serangan rudal Iran di Bet Shemesh pada 2 Maret 2026. Foto: ILIA YEFIMOVICH/AFP

Israel selama ini memandang Iran sebagai ancaman utama bagi keberlangsungan negaranya. Hal ini dipicu oleh retorika Iran yang menyerukan pemusnahan Israel dari peta dunia. Israel juga mengkhawatirkan program nuklir Iran yang akan membahayakan mereka.

Israel lalu menggandeng sekutu terkuatnya, AS, untuk menyerang Iran pada 28 Februari 2026 di tengah perundingan AS-Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.