Netanyahu Perintahkan Penutupan Tepi Barat Usai Serangan Milisi Palestina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu . Foto: Timothy A. Clary/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu . Foto: Timothy A. Clary/AFP

Sejumlah milisi Palestina menyerang warga Israel di Tepi Barat dan menyebabkan lima orang terluka pada Jumat (23/10). Peristiwa itu berbuntut perintah penutupan Tepi Barat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Perintah tersebut disampaikan Netanyahu menjelang pemilu Israel yang bakal digelar pada pekan depan.

Netanyahu mengeklaim tentara Israel berhasil menggagalkan serangan besar di Tepi Barat. Sebanyak dua milisi Palestina tewas dalam baku tembak dengan aparat bersenjata Israel.

Dia menambahkan, milisi Palestina itu membawa sejumlah senjata api. Lokasi serangan tepatnya berada di pos pemeriksaan Farsh al-Hawa, dekat kota Hebron, Palestina.

Pasukan Israel bersiaga di lokasi kejadian usai kontak tembak dengan dua pria Palestina bersenjata di pos pemeriksaan utara Hebron, Tepi Barat yang diduduki Israel, Jumat (23/10/2026). Foto: Hazem Bader/AFP

Sementara itu, layanan darurat medis Israel, Magen David Adom, melaporkan bahwa selain korban jiwa, terdapat lima warga yang terluka. Dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.

"Saya memberikan penghormatan atas keberanian para prajurit kita yang bertindak dengan penuh tekad dan mencegah terjadinya serangan yang bisa saja berskala besar," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

"Saya telah menginstruksikan IDF (militer) dan pasukan keamanan untuk segera menerapkan pengepungan di kota Hebron serta bersiap melakukan karantina wilayah (lockdown) penuh di seluruh wilayah Yudea dan Samaria mulai hari ini," sambung dia.