Netanyahu Sebut Qatar-Turki Sebar Kebohongan Soal Israel: Erdogan Adalah Tiran!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan menyerang Qatar dan Turki di dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Kamis (24/9). Menurutnya, kedua negara itu menyebar kebohongan soal Israel dan menyebar paham antisemit.
"Beberapa negara asing telah menghabiskan miliaran dana yang tak terhitung jumlahnya untuk menyebarkan kebohongan tentang negara saya," ucap Netanyahu.
"Yang pertama melakukan hal tersebut adalah Qatar. Puluhan tahun lalu, mereka mulai mendanai secara masif universitas-universitas di Amerika dan media-media beracun seperti Al Jazeera. Ngomong-ngomong, mereka juga melakukan hal yang sama di Eropa. Dan tujuan mereka jelas: mencuci otak anak-anak muda untuk membenci Israel, membenci Amerika, membenci Barat," tambahnya.
Ia pun menuduh Qatar menampung para pelaku serangan 7 Oktober yang menjadi pemicu serangan habis-habisan Israel ke Palestina saat ini.
"Ini adalah Qatar yang sama yang menampung para algojo Hamas pada tanggal 7 Oktober," ujar Netanyahu.
Netanyahu kemudian menyinggung Turki yang menurutnya saat ini menjadi negara terdepan menyebarkan kebohongan soal Israel. Ia kemudian memanggil Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sebagai seorang tiran--penguasa kejam dan sewenang-wenang.
"Kini, negara terbaru yang menjadi pemicu utama penyebaran kebohongan antisemit adalah Turki. Erdogan, Erdogan adalah seorang tiran, dia juga menampung para pemimpin teror Hamas," uajr Netanyahu.
Netanyahu pun menuduh Erdogan telah melakukan sejumlah kejahatan.
"Dia telah membunuh ribuan warga sipil Kurdi. Dia menyangkal genosida Armenia. Dia memenjarakan para jurnalis dan pemimpin oposisi—bahkan, saya rasa dia memegang rekor dunia dalam hal ini, dan itu penilaian yang sulit, tetapi saya rasa dia adalah nomor satu," tutur Netanyahu.
"Dia secara ilegal menduduki Siprus Utara, seorang anggota Uni Eropa, dan dia secara teratur melanggar batas terhadap Yunani, anggota NATO. Sekarang dia ingin mengambil alih Suriah. Yah, itu tidak mengejutkan, karena dia menyerukan kehancuran Israel hampir setiap hari," tambahnya.
Netanyahu pun menegaskan, Turki tak akan pernah bisa menguasai Yerusalem.
"Sekarang dia ingin mengambil alih Suriah. Yah, itu tidak mengejutkan, karena dia menyerukan kehancuran Israel hampir setiap hari. Dia mengatakan bahwa dia akan menjadi penguasa Yerusalem," ucap dia.
"Tidak, Tuan. Anda tidak akan bisa. Ini adalah negara kami, kota kami, ibu kota abadi kami," tegasnya.
