Netanyahu Umumkan Perang Lawan Hizbullah, 35 Bocah Lebanon Tewas Diserang Israel

Israel menyatakan perang terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Serangan Israel ke sana menewaskan anak-anak.
Pada Senin (23/9) ini Israel meluncurkan serangan besar ke basis pertahanan Hizbullah di Lebanon bagian selatan. Itu diluncurkan usai baku tembak antara Israel dan Hizbullah pecah di perbatasan pada akhir pekan lalu.
Lewat video singkat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, serangan negaranya tidak menyasar rakyat Lebanon. Target utama mereka adalah Hizbullah, kelompok politik berpengaruh di Lebanon.
"Perang Israel tidak dengan kalian, itu dengan Hizbullah. Sejak lama Hizbullah menggunakan kalian sebagai perisai manusia," klaim Netanyahu seperti dikutip dari Reuters.
Meski mengatakan tidak menyasar warga sipil, data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan fakta bertolak belakang.
Serangan udara Israel ke Lebanon pada Senin (23/9) menewaskan 492 orang. Sebanyak 35 di antaranya adalah anak-anak dan 58 wanita. Selain korban jiwa, 1.645 orang di Lebanon menderita luka-luka. Ribuan warga mengungsi.
Ini adalah jumlah kematian terbanyak akibat kekerasan sejak perang saudara 1975 sampai 1990," kata seorang pejabat Lebanon.
Kondisi Lebanon yang di ambang perang besar kini menjadi perhatian dunia. Amerika Serikat (AS) menyatakan, fokus mereka untuk meredakan ketegangan serta mencegah serangan balasan.
Sedangkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Israel telah menyeret Timur Tengah ke perang besar.
"Yang diinginkan Israel adalah menciptakan perang besar," ucap Presiden Iran.
Hizbullah didirikan tahun 80-an sebagai reaksi atas pencaplokan wilayah Lebanon oleh Israel. Pada perang Gaza yang meletus pada 7 Oktober 2023, Hizbullah mendukung perjuangan Hamas untuk melawan Israel yang menduduki Palestina.
