Ngabuburit Bareng Pianis Asal Belanda di Museum Aceh

Pianis berkebangsaan Belanda, Wouter Bergenhuizen, menghibur masyarakat Aceh sembari menunggu waktu berbuka puasa dengan aksi solonya di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, jumat (17/5).
Saat pertunjukan berlangsung, setiap sudut jendela Aula Museum ditutupi kain hitam sehingga menyerupai bioskop mini. Sekumpulan anak muda dan komunitas pecinta seni memenuhi ruangan. Pria mengisi kursi sisi kanan, sementara wanita di sisi kiri.
Wouter (31) tampak begitu semangat, jari jemarinya menari dengan lincah di atas tuts piano. Alunan nada-nada klasik yang dimainkan memukau pengunjung, suasana semula hening sontak memberikan tepukan tangan.
Aksi penampilan pianis dunia itu baru pertama kali berlangsung di Aceh pascatsunami 2004 silam. Dalam lawatan perdananya ke Serambi Mekkah, Wouter sukses menampilkan aksi terbaiknya.
Dalam pertunjukannya di Aceh, Wouter memainkan repertoar Sonata No.31 dalam A Mayor Op.110 (Ludwig van Beethoven), Holberg Suite Op.40 (Edvard Hagerup Grieg), dan Images-premier livre (Claude Debussy).
Wouter Bergenhuizen adalah musikus dengan prestasi cemerlang. Pada 2017, dia menjadi satu-satunya kontestan pianis Belanda yang mencapai semifinal The International Franz Liszt Piano Competition di Utrecht. Kompetisi itu diikuti oleh pianis dari seluruh dunia.
“Di Banda Aceh saya rasa punya banyak penikmat musik klasik, tapi tidak ada pemainnya. Jadi saya punya kesempatan untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat Aceh. Terima kasih semuanya semoga kalian suka dan terhibur,” kata Wouter, sebelum tampil.
Mendapatkan kesempatan tampil di Aceh, Wouter difasilitasi oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta.
Manajer Proyek Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Bob Wardhana, mengaku pascatsunami hingga saat ini jarang adanya penampilan musik klasik di Aceh. Sejatinya, musik tersebut memiliki penikmat dan pencintanya sendiri di Tanah Rencong.
"Di Aceh selama ini sangat jarang ada musik klasik pascatsunami. Makanya begitu ada musisi musik klasik Belanda ke Indonesia, saya bawa kemari (Aceh)," kata Bob Wardhana.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Dedi mengaku saat pertama kalinya menyaksikan dia terkejut. Namun lambat laun penonton serasa dibawa ke dalam alunan nada-nada yang dimainkan oleh Wouter.
“Jujur ini baru pertama kali saya menyaksikan secara langsung penampilan seorang pianis bagaimana memainkan piano. Selama ini hanya lihat di YouTube dan tv sekarang bisa menyaksikan langsung ternyata menarik sekali,” ujarnya.
Dedi sengaja hadir ke sana setelah menerima informasi dari teman-temannya. Sembari mengisi waktu kosong menunggu berbuka, dia menyempatkan diri untuk ikut menyaksikan penampilan musisi asal Negeri Kincir Angin tersebut.
