Nge-tag Parkir Mobil Pakai Badan Berujung Ribut: Terjadi di Kafe di Bogor

Terjadi keributan akibat nge-tag tempat parkir mobil pakai badan, di sebuah kafe di Bogor, Minggu (16/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
Keributan itu direkam dan diviralkan oleh Radit lewat akunnya, @radityarusydi, di media sosial Threads, utamanya adegan pria marah-marah, buka baju, mengajak berkelahi.
kumparan menghubungi Radit untuk meminta penjelasan secara langsung.
Radit bercerita, saat itu ia dan keluarganya sudah beberapa kali berkeliling mencari tempat parkir karena kawasan tersebut sedang ramai. Radit kemudian mendapat arahan dari tukang parkir untuk masuk ke salah satu spot yang masih kosong.
Saat hendak memarkirkan mobil, versi Radit, tiba-tiba seorang perempuan datang dan berdiri di spot tersebut.
“Pas saya mau belok kiri, tiba-tiba ada perempuan yang datang, terus bapaknya (tukang parkir) sudah kasih sign tanda silang pakai tangan,” cerita Radit saat dihubungi, Senin (17/8).
Radit kemudian menanyakan hal tersebut kepada tukang parkir. Ia diberi tahu bahwa perempuan tersebut mengaku sudah berkeliling dan ingin menandai tempat itu untuk mobil suaminya yang masih mencari parkir.
“Terus saya samperin, saya tanya sama bapaknya, ‘Pak kan kosong, tadi manggil, kenapa jadi nggak bisa?’ ‘Iya ini tadi mbaknya dia bilang udah muter sekali’, terus akhirnya ‘Ya udah ini dia tag-in’ kayak gitu. Oke. Mobilnya mana? Mobilnya aja belum ada,” ujarnya.
Terjadi perdebatan, namun momen ini tidak direkam. Menurut Radit, perdebatan terjadi antara kakak perempuan Radit dan perempuan tersebut.
Perdebatan tak berujung keributan, Radit memilih mencari tempat parkir lain. Perempuan tersebut bersama suaminya pun telah mendapatkan tempat parkir (yang di-tag itu) bahkan telah masuk ke dalam kafe.
Momen Ribut Pertama
Suasana kembali panas ketika Radit dan keluarganya hendak masuk ke area kafe, ia melihat perempuan tersebut menunjuk-nunjuk ke arahnya sambil berbicara dengan suaminya.
Tak lama kemudian, Radit dihampiri suami dari perempuan tersebut. Si suami berteriak-teriak mempertanyakan siapa yang telah memaki istrinya.
“Siapa yang maki-maki bini gue!?” kata Radit menirukan ucapan pria tersebut. Momen ini termasuk yang direkam dan viral.
Radit membantah pihaknya telah memaki perempuan itu. Menurutnya, ia dan keluarganya hanya menegur perempuan itu soal cara menandai tempat parkir.
kumparan belum mendapatkan keterangan dari pria tersebut—termasuk istrinya—untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa ini.
Lalu, pihak manajemen kafe sempat melerai kedua pihak.
Radit mengatakan pihak pengelola saat itu hanya meminta mereka untuk tenang karena banyak anak-anak di sekitar lokasi. Radit berharap pengelola juga dapat ikut menangani situasi tersebut.
"Cuma bukan cuma melerai, karena mereka tuh hanya cuma ‘Udah-udah Mas, udah-udah, sabar, dingin, banyak anak-anak’,” tuturnya.
Momen Ribut Kedua
Menurut Radit, pria tersebut kemudian kembali menghampirinya di meja. Saat itu, pria itu masih emosi dan meminta Radit meminta maaf kepada istrinya.
Ia menolak karena merasa tidak melakukan kesalahan. Keributan kembali dilerai oleh pihak pengelola.
Dalam kejadian tersebut, kakak perempuan Radit juga merekam situasi menggunakan ponsel dengan maksud berjaga-jaga apabila situasi semakin memanas dan terjadi kontak fisik.
“Nggak ada (kontak fisik), cuma dia mau merebut Hp kakak saya yang videoin, udah hampir pegang tangannya, makanya saya juga langsung udah emosi di situ tapi saya full tenang, nggak ada teriak-teriak bahkan nggak ada nada saya nggak tinggi,” katanya.
Radit juga menyebut pria tersebut sempat mengarahkan tangannya ke arah iparnya yang sedang menggendong bayi, namun langsung dilerai.
Dalam Video: Pria itu Sebut Sudah Dapat Izin Tukang Parkir
Dalam video rekaman kakak ipar Radit, terlihat pria tersebut mengatakan dia tidak terima karena istrinya dimaki-maki.
Pria tersebut juga menyebut sudah mendapatkan izin dari tukang parkir agar istrinya menunggu di lokasi parkir yang mereka dapat, sementara dia memutar mobil untuk ke lokasi tersebut.
Alasan Radit Memviralkan
Keributan tersebut disaksikan keponakan Radit yang berusia sekitar 6 tahun dan seorang bayi berusia 7 bulan. Radit mengatakan keponakannya menangis ketakutan setelah melihat dan mendengar keributan.
Setelah situasi mereda, Radit dan keluarganya melanjutkan aktivitas di lokasi. Namun, mereka kembali berpapasan dengan pasangan tersebut. Menurut Radit, keponakannya kembali terlihat takut ketika melihat keduanya.
Radit kemudian memutuskan mengunggah ceritanya di Threads.
Ia mengatakan unggahan tersebut dibuat sebagai bentuk berbagi pengalaman dan mengingatkan orang lain agar kejadian serupa tidak terulang, terutama berhubungan dengan keponakannya yang sempat terganggu secara mental akibat keributan tersebut.
“Saya lakukan untuk update Threads sebatas awareness dan agar ini tidak terulang lagi banyak oknum-oknum seperti ini ataupun dia melakukan hal yang sama kepada orang lain,” kata Radit.
Hingga kini, Radit mengatakan belum mendapat respons langsung dari pasangan tersebut setelah ceritanya ramai di media sosial.
