Ngecek Proyek Extended Concourse MRT Bundaran HI, Kebanggaan Gubernur Pram

Area layanan pengguna MRT Jakarta dan pejalan kaki di Bundaran HI akan bertambah luas di tahun depan. Extended concourse sedang dibangun oleh PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) di area bawah tanah Stasiun MRT Bundaran HI.
Ini adalah ruang baru seluas 4.439 meter persegi yang mulai dibangun pada Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada Mei 2027. kumparan diberi kesempatan menengok langsung proyek konstruksi area ini pada Rabu, 19 Agustus 2026 lalu.
Saat kunjungan, kumparan dikawal langsung oleh “kuproy” konstruki ini, mulai dari Direktur Utama PT ITJ, Ferdiansyah Roestam beserta timnya. Ada juga Department Head Commercial PT MRT Jakarta, Ricky Agung Kresna Putra, turut mendampingi.
Saat itu, kami turun dari markas PT MRT Jakarta di Gedung Wisma Nusantara lantai 22 menuju “gerbang” proyek konstruksi yang letaknya persis di seberang pintu masuk gedung, menyatu dengan Halte Transjakarta Bundaran HI.
Sebelumnya, tak lupa memakai atribut keselamatan, yaitu helm, rompi, dan sepatu khusus. Tak lebih dari 5 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai di pintu masuk konstruksi.
“Area ini cukup lembap, sirkulasi udaranya kami jaga dengan baik, Bapak-Ibu akan merasa gerah ya, maka dari itu, kunjungan akan dibatasi kurang lebih selama 15 menit,” kata Septio Wahyudi selaku Project Management Office Manager PT ITJ.
kumparan lalu menuruni tangga menuju area konstruksi yang berada di 18 meter di bawah tanah. Kami pun diminta memakai masker untuk melindungi mulut-hidung dari banyaknya debu-debu konstruksi. Begitu sampai di dalam, terpampang papan informasi proyek, yang menunjukkan visual desain extended concourse tersebut.
Di tiap area, para pekerja terlihat mengerjakan bagian masing-masing. Ada pekerja yang sedang berjibaku dengan semen untuk pengerjaan tembok, ada juga safety officer sampai engineer yang mengawasi proyek agar berjalan aman dan tetap sesuai jadwal.
Dirut PT ITJ Ferdiansyah Roestam, menyatakan bahwa progres proyek extended concourse Bundaran HI akan mencapai 24 persen per Agustus 2026 ini. “Saat ini progres per Juli lalu sudah 21,46 persen, di Agustus ini kita akan mengejar progres ke 24 persen,” kata Ferdi.
Menurut Ferdi, jalannya pembangunan extended concourse ini punya tantangan tersendiri karena proyek tidak boleh mengganggu layanan MRT Jakarta, Transjakarta, juga aktivitas lain di sekelilingnya. Pihaknya pun berkoordinasi dengan beberapa stakeholder agar proyek berjalan lancar dan sesuai jadwal.
“Tentunya kita tidak boleh mengganggu aktivitas yang saat ini tetap berjalan di grid, sehingga kita melaksanakan beberapa rekayasa lalu lintas tahap 1 dan 2 di kedua sisi, baik sisi barat maupun sisi timur,” jelas Ferdi.
Rasa pengap dan gerah pun semakin terasa, ternyata sudah hampir 30 menit kumparan berada di area konstruksi extended concourse Bundaran HI. Setelah diberi berbagai penjelasan terkait proyek, kami akhirnya kembali ke titik kumpul awal di Wisma Nusantara untuk mengembalikan semua atribut keselamatan.
Jadi Kebanggaan Gubernur Pramono Anung
PT ITJ memproyeksikan bahwa extended concourse MRT Bundaran HI ini bisa menjadi center hub baru yang akan membantu orang-orang untuk melintasi sisi barat dan timur kawasan tersebut. Selain mengintegrasikan moda transportasi di Jakarta, extended concourse juga disiapkan untuk bisa menyambungkan akses ke gedung-gedung utama di kawasan Bundaran HI.
Hai itu turut jadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov DKI Jakarta, seperti yang dikatakan Gubernur Pramono Anung saat bicara di Gereja HKBP Menteng, Jakpus, Sabtu (22/8).
“Dan pasti Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian tidak membayangkan bahwa sekarang ini di Bundaran HI, saya hubungkan antara Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski, lewat bawah langsung masuk ke MRT,” kata Pramono.
Department Head Commercial PT MRT Jakarta, Ricky Agung Kresna Putra menambahkan, extended concourse ini ditujukan untuk menciptakan one-stop shopping destination, tak seperti ekosistem MRT Fase 1 yang dibuat untuk membentuk kebiasaan grab-and-go. Akan ada 24 area fleksibel yang bisa dimanfaatkan untuk retail-komersial. Tenant yang akan dihadirkan akan mencakup gerai makanan & minuman (F&B), lifestyle, fashion, dan layanan lain bagi pengguna.
“Kami pengennya, setiap orang datang, mereka enggak kayak cuma grab and go, tapi mereka stay, mereka bisa lihat, bisa ngapain sih di sini,” kata Ricky.
