Nigeria Bantah Tudingan Trump: Tak Ada Genosida Umat Kristen di Negara Kami!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memegang payung sebelum menaiki Air Force One, saat berangkat ke Mesir di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Minggu (12/10/2025).  Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memegang payung sebelum menaiki Air Force One, saat berangkat ke Mesir di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Minggu (12/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Pemerintah Nigeria membantah isu pembantaian umat Kristen di sana. Isu tersebut memicu ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Nigeria.

Trump pada akhir pekan lalu mempertimbangkan dua opsi serangan ke Nigeria, yaitu lewat udara atau pengerahan pasukan darat.

Adapun atas dugaan pembantaian umat Kristen seperti disampaikan Trump, jubir Kemlu Nigeria Kimiebi Imomotimi Ebienfa membantah dengan tegas.

Kerabat pengunjung gereja yang diserang oleh orang-orang bersenjata selama kebaktian hari Minggu berkumpul saat petugas kesehatan merawat para korban yang dibawa dengan ambulans setelah serangan di Gereja Katolik St. Francis, di Owo, Nigeria (5/6). Foto: REUTERS/Stringer

“Kami tidak bangga dengan situasi keamanan yang sedang kami alami, tetapi jika kita mengikuti narasi bahwa hanya umat Kristen yang menjadi sasaran, tidak, itu tidak benar. Tidak ada genosida Kristen di Nigeria," ujar Ebienfa dalam wawancara khusus dengan Al-Jazeera.

"Kami terus menegaskan bahwa kami mengakui fakta bahwa ada pembunuhan yang terjadi di Nigeria, tetapi pembunuhan tersebut tidak terbatas pada umat Kristen saja. Umat Muslim juga dibunuh. Umat ​​tradisional juga dibunuh. Mayoritas bukan penduduk Kristen,” sambung dia.

Ebienfa kemudian menegaskan Nigeria siap bekerja sama dengan negara lain untuk memberantas pembunuhan umat beragama di negaranya. Tetapi, bantuan harus menghormati kedaulatan Nigeria.

Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu mengambil bagian dalam panel pada Pertemuan Khusus Forum Ekonomi Dunia di Riyadh pada 28 April 2024. Foto: FAYEZ NURELDINE / AFP

Nigeria Lindungi Kebebasan Beragama

Pada Sabtu, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu membantah intoleransi dan kekerasan antar-agama di negaranya. Tinubu menegaskan Nigeria melindungi kebebasan beragama.

Nigeria merupakan negara di Afrika berisi 200 kelompok etnis yang memeluk Islam, Kristen, dan agama lokal. Berbeda dengan ucapan Trump, Nigeria dikenal sebagai negara bertoleransi dan pemeluk agama hidup berdampingan.

Akan tetapi beberapa tahun terakhir kekerasan antaretnis pecah di Nigeria. Kekerasan dipicu konflik antaretnis dan perebutan sumber daya alam.

Kelompok Boko Haram

Selain itu Nigeria berhadapan dengan teroris Boko Haram yang memberontak di wilayah timur laut. Selama 15 tahun puluhan ribu orang menjadi korban kekejaman Boko Haram.

Lembaga riset ACLED melaporkan bahwa terdapat 1.923 serangan terhadap warga sipil Nigeria pada tahun ini. Serangan terhadap umat Kristen tercatat 50.

“Kelompok pemberontak seperti Boko Haram dan ISIS Afrika Barat sering menampilkan kampanye mereka sebagai anti-Kristen, tetapi dalam praktiknya, kekerasan mereka tidak pandang bulu dan menghancurkan seluruh komunitas," kata Ladd Serwat, analis senior Afrika di ACLED.