Nikki Haley Mundur sebagai Kandidat Capres Republik, Nyatakan Tak Dukung Trump

7 Maret 2024 10:47 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. Foto: Brian Snyder/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. Foto: Brian Snyder/REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mantan Dubes AS untuk PBB Nikki Haley menghentikan semua kegiatan kampanye capresnya pada Rabu (6/3). Dia mundur dari kompetisi mendapatkan tiket capres dari Partai Republik.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari AFP, Haley juga menyatakan tidak akan mendukung Donald Trump dan meminta Trump untuk mendapat dukungan dari kelompok moderat dan independen yang mendukungnya dalam pemilihan primary.
"Sekarang tergantung pada Donald Trump untuk mendapatkan suara dari orang-orang di dalam dan luar partai yang tidak mendukungnya, dan saya harap dia melakukannya," kata Haley dalam pidato yang disiarkan televisi di Charleston, Carolina Selatan.
Haley bersaing dengan Trump untuk mendapatkan kesempatan menghadapi Presiden Joe Biden pada pemilu November 2024. Namun, Haley hanya unggul di satu negara bagian pada Super Tuesday dan tidak pernah menjadi hambatan serius bagi Trump untuk mendapat tiket capres dari Partai Republik.
Mantan Presiden AS dan calon presiden tahun 2024 Donald Trump menghadiri Rapat Umum "Get Out the Vote" di Conway, Carolina Selatan, pada 10 Februari 2024. Foto: Julia Nikhinson / AFP
Wanita berusia 52 tahun itu kurang dikenal di luar daerah asalnya, Carolina Selatan, sebelum Trump menunjuknya sebagai dubes untuk PBB pada tahun 2017, dan menggunakan jabatan penting di PBB itu untuk menumbuhkan citra sebagai seorang konservatif yang terus terang.
ADVERTISEMENT
Haley bangga menjadi penantang terakhir di antara "kekacauan" Trump dan nominasi Gedung Putih dari Partai Republik tahun 2024.
"Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang kami terima dari seluruh negara," ujarnya.
"Tetapi tiba waktunya untuk menghentikan kampanye saya. Saya mengatakan bahwa saya ingin suara warga Amerika didengar [dan] saya telah melakukannya. Saya tidak menyesal," pungkasnya.