Nobar Persib vs Madura di Majalaya Rusuh, Flare Jadi Pemicu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video rusuh nobar Persib vs Madura United. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video rusuh nobar Persib vs Madura United. Dok: Ist.

Sebuah video keributan pasca-pertandingan final leg pertama antara Persib Bandung dan Madura United pada Minggu (26/5) telah menjadi viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan beberapa orang terlibat dalam perkelahian sementara yang lain berusaha melerai.

Keributan itu terjadi saat acara Nonton Bareng (Nobar) berlangsung pada pukul 21.00 WIB di Depan Borma Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Menurut Kapolsek Majalaya, Kompol Aep Suhendi, kejadian ini terjadi di Sekretariat KWP, seberang Borma Majalaya.

"Kami menerima laporan adanya keributan saat Nobar dan segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengamankan situasi," ujarnya pada Selasa (28/5/2024).

Sebagai ilustrasi flare: Umat muslim menyalakan flare saat mengikuti takbir keliling di kawasan Ngaran, Margokaton, Seyegan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (9/4/2024). Foto: Andreas Fitri Atmoko/Antara Foto

Aep menjelaskan bahwa keributan bermula pada pukul 20.30 WIB saat Nobar Persib vs Madura United. Kemudian beberapa orang melihat ada seseorang yang menyalakan flare dan berusaha menegurnya karena membahayakan.

"Keributan dipicu oleh penyalaan flare yang membahayakan. Kemudian, beberapa orang mulai saling tegur, hingga akhirnya terjadi keributan," jelasnya

Pihak kepolisian segera merespons laporan tersebut dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Kami memeriksa korban, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, dan mengamankan beberapa orang terlibat dalam keributan itu," ujar Aep.

Meskipun ada beberapa orang yang mengalami luka-luka, pihaknya akan berkomitmen untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencegah terjadinya keributan serupa di masa mendatang.

"Kami akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Aep.