Novel Baswedan Desak Penyiram Air Keras ke Wajahnya Segera Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Novel Baswedan memberikan keterangan pers terkait penyelidikan kasus dirinya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Novel Baswedan memberikan keterangan pers terkait penyelidikan kasus dirinya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Satgas bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah merampungkan tugasnya untuk mengusut kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Namun, hasilnya belum diungkap.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, meminta Satgas itu bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras ke wajahnya. Tak hanya aktor intelektualnya, tapi juga eksekutor lapangannya juga harus diungkap.

Novel menjelaskan proses investigasi dengan mencari langsung tokoh intelektualnya, justru sebagai langkah yang kurang tepat.

"Mengungkap kejahatan jalanan begini haruslah dimulai dengan pelaku lapangannya tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan seperti ini tidak dan kekerasan jalanan begini tapi kemudian hanya di mulai dengan spekulasi aktor intelektual," ujar Novel Baswedan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).

Novel Baswedan (tengah) di Aksi '#SaveKPK' di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Bila kemudian yang terlebih dulu diungkap adalah pelaku intelektualnya, menurutu Novel, hal tersebut bukan investigasi.

"Saya kira itu bukan, bukan investigasi ya, itu hanya rekaan atau dugaan-dugaan saja dan saya kira itu tidaklah tepat," sambungnya.

Novel meminta agar tak ada spekulasi yang dapat memperkeruh penanganan kasus penyerangan terhadapnya. Ia meminta ada proses pembuktian siapa yang bertanggungjawab atas kasus ini.

"Tentunya saya berharap kasus ini tidak diperkeruh dengan spekulasi tapi betul-betul ada upaya pembuktian yang sungguh-sungguh yang mengikuti aturan-aturan pembuktian yang ada. Yang kemudian dengan begitu bisa didapatkan pelakunya," tegas Novel.

"Saya tentunya berharap hasil yang ditemukan betul-betul signifikan betul-betul positif yang itu adalah standar suatu investigasi orang-orang yang punya pengalaman di dunia pengetahuan," lanjut Novel.

Lokasi penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Oleh karena itu Novel berharap agar pihak yang menangani investigasi perkara penyerangannya untuk serius. Karena menurut Novel, serangan itu tak hanya terkait pribadinya, namun juga berkaitan langsung dengan upaya pelemahan pemberantasan korupsi.

"Saya berharap serangan kepada orang-orang KPK, semuanya diungkap ini bukan sekedar mau membalas orang yang berbuat, tapi lebih dari itu, setidaknya jangan sampai lagi terjadi ke depan. Karena tentunya menyerang begini adalah upaya untuk menjaga menggagalkan upaya pemberantasan korupsi," kata Novel.

Teatrikal kasus Novel Baswedan oleh para jurnalis Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Novel diserang dua orang tak dikenal yang mengendarai motor dengan air keras pada 11 April 2017 silam. Penyerangan itu terjadi usai Novel menunaikan salat subuh di musala dekat rumahnya di Kelapa Gading.

Namun pengusutan kasus ini tak kunjung selesai. Polisi beberapa kali mendeteksi pelaku dan sempat membuat sketsa wajah pelaku namun hingga kini pelaku tak kunjung terungkap.

kumparan post embed

Terbaru, Komnas HAM yang turut menginvestigasi kasus Novel menemukan ada 4 ‘orang asing’ yang sudah diketahui jejaknya dan dinilai dapat membantu mengungkap kasus ini.

“Terakhir kami juga dikasih tahu ada perkembangan signifikan dalam konteks pengungkapan siapa-siapa pelaku-pelakunya yang melakukan kejahatan di Novel. Itu perkembangan 2-3 bulan yang lalu,” ujar Choirul di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

Kronologi penyiraman air keras Novel Baswedan Foto: Bagus Permadi/kumparan