Novel Lapor ke Komnas HAM soal Keterlibatan Jenderal di Kasusnya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Novel Baswedan di Komnas HAM. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Novel Baswedan di Komnas HAM. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku sudah memberikan keterangan terkait kasus penyerangan terhadap dirinya kepada tim bentukan Komnas HAM. Salah satu keterangan yang disampaikan Novel adalah soal dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasusnya.

"Saya melaporkan enggak cuma ke kepolisian, saya juga melapor ke Komnas HAM Iya saya kira itu yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan semuanya," ujar Novel di Gedung KPK, Rabu (11/4).

Mengenai tindak lanjut atas keterangannya itu, Novel menyerahkan sepenuhnya kepada pihak tim Komnas HAM itu. Ia berharap nantinya dari seluruh fakta yang disampaikan, setidaknya dapat memberikan titik terang untuk menemukan pelaku penyerangannya.

"Saya tidak tidak ingin menyampaikan lebih jauh karena Komnas HAM sekarang sudah bekerja dan tentunya kita berharap apa yang dilakukan Komnas HAM ke depan menjadi kekuatan juga untuk mendukung untuk agar tidak lagi teror-teror kepada orang-orang yang memberantas korupsi," ucap Novel.

Disinggung mengenai jenderal polisi siapa yang disebutnya ikut terlibat dalam penyerangannya, Novel tak banyak berkomentar. Ia menyerahkan hal tersebut kepada pihak berwajib dalam memproses laporan yang telah disampaikan sebelumnya.

"Saya tidak tahu, saya melaporkan ke Komnas HAM mengenai hal itu dan itu nanti akan diproses lebih lanjut dan kita tunggu saja," kata Novel.

Terkait keterangannya ke tim Komnas HAM, Novel menyebut bahwa hal tersebut merupakan upayanya agar pengusutan kasusnya tidak berjalan di tempat. Ia menyebut bahwa pembiaran terhadap kasus ini justru akan membuat preseden buruk terhadap pemberantasan korupsi.

"Saya tidak mau diam, saya menolak diam sebagaimana judul film tadi. Saya ingin ke depan ancaman itu tidak bisa terus menerus dibiarkan dan saya berharap tentunya semua elemen yang berhubungan dengan keamanan, juga Bapak Presiden, memberi perhatian terhadap hal ini," kata dia.