Novel: Raker KPK Sebelumnya Paling di Hotel Bintang 3, Tak Pernah Bintang 5

29 Oktober 2021 9:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti Raker KPK di Hotel Bintang 5 di Yogyakarta. Foto: KPK
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti Raker KPK di Hotel Bintang 5 di Yogyakarta. Foto: KPK
ADVERTISEMENT
Rapat kerja KPK di Yogyakarta menuai sorotan karena digelar di hotel bintang 5. Salah satu kritik pun datang dari sejumlah eks pegawai KPK yang dipecat gara-gara TWK seperti Novel Baswedan hingga Giri Suprapdiono.
ADVERTISEMENT
Namun, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, mengatakan raker seperti ini tidak hanya sekali ini digelar. Menurutnya kegiatan ini pun pernah digelar dan dihadiri eks pegawai KPK seperti Giri Suprapdiono serta Febri Diansyah. Ia pun heran raker pada kali ini menuai kritik.
Terkait hal tersebut, Novel Baswedan pun menjawabnya. Ia menyebut KPK memang sudah sering melakukan raker di luar kota. Namun menurutnya, raker terdahulu tidak pernah di hotel bintang 5.
"Salah satu kelebihan Pimpinan KPK sekarang adalah suka berbohong. Sebelumnya raker KPK paling di hotel bintang 3, Puncak Bogor. Tidak pernah di hotel bintang 5," kata Novel dikutip dari akun Twitter pribadinya, Jumat (29/10).
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (8/6). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Mantan penyidik senior KPK ini mempertanyakan raker tahun ini yang digelar jauh di Yogya dan diselenggarakan di hotel bintang 5. Novel pun mempertanyakan alasan pimpinan KPK yang berdalih bahwa raker di Yogya ialah bagian dari pemulihan ekonomi nasional dalam sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
"Perjalanan ke Yogya naik pesawat sekitar 100 orang, berapa biayanya? Kalau mau bantu gerakkan pariwisata, jangan pake uang negara, apalagi bermewah-mewahan," kata Novel.
"Semoga tidak banyak pejabat yang tidak peka dan tidak malu seperti ini," pungkasnya.
Raker KPK di Hotel Bintang 5 di Yogyakarta. Foto: KPK
Raker KPK berlangsung pada 27-29 Oktober 2021 di Hotel Sheraton Yogyakarta. Rapat dihadiri oleh Pimpinan hingga pejabat struktural KPK. Namun, ada satu pimpinan KPK yang tidak hadir, yakni Nawawi Pomolango.
Rapat tersebut menuai kritik lantaran digelar di hotel berbintang 5. Sebab, ini tidak menunjukkan nilai sederhana yang merupakan salah satu nilai integritas antikorupsi yang sering dikampanyekan KPK. Terlebih, rapat ini digelar di saat Indonesia tengah berjuang melawan pandemi. Padahal, KPK disebut mempunya bangunan yang juga bisa digunakan untuk raker.
ADVERTISEMENT