Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
ADVERTISEMENT

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta tetap menyatakan sikap mengecam pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan pengacaranya terhadap Ketua MUI yang juga Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin. Ahok dan pengacaranya dinilai telah mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas kepada Ma'ruf Amin.
ADVERTISEMENT
"PWNU DKI tersinggung dan tetap mengecam keras perlakuan Basuki Tjahaja Purnama dan pengacaranya terhadap Rois Am PBNU KH. Ma’ruf Amin," kata Rois Syuriah KH. Mahfudz Asirun dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/2).
Mahfudz pun menyatakan warga Nahdliyin di Jakarta tidak akan memilih Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ini. Menurut Mahfudz, hal itu sesuai dengan pernyataan Said Agil Siraj.
"PWNU DKI mendukung pernyataan tegas Ketua Tanfidziah PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, bahwa saudara Ahok bersalah dan masyarakat NU DKI tidak akan memilih Ahok," ujar Mahfudz.
Ihwal kontroversi ini bermula saat Ma'ruf Amin menjadi saksi dalam sidang dugaan penodaan agama dengan Ahok sebagai terdakwa. Pada sidang tersebut, Ahok dan pengacaranya menyebut Ma'ruf memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan, khususnya soal adanya komunikasi antara dia dengan Susilo Bambang Yudhoyono.
ADVERTISEMENT
Namun kemudian Ahok meminta maaf atas penyataannya tersebut.