NU Sambut Janji Konsesi Lahan dan Minerba dari Jokowi: Kami Semakin Mandiri
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi menjanjikan konsesi minerba hingga lahan pertanian bagi kader NU. Ketua PBNU Bidang Pemberdayaan Perekonomian, H. Eman Suryaman, menyambut baik tawaran Jokowi tersebut.
Karena itu, Eman mengatakan NU membutuhkan sosok pemimpin yang matang dan berpengalaman selama 5 tahun ke depan.
"Tawaran Bapak Presiden sejalan dengan gagasan kemandirian NU, ini harus disambut dengan kesiapan organisasi yang semakin baik dengan kepemimpinan yang matang," kata Eman di arena Muktamar ke-34 NU, Pondok Pesantren Darussa'adah, Lampung, Selasa (22/12).
Eman menyerahkan sepenuhnya kepada muktamirin untuk memilih ketum. Saat ini, terdapat dua kandidat kuat yakni KH. Said Aqil Siradj dan KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Namun, dia menekankan kriteria matang dan berpengalaman yang sangat dibutuhkan oleh NU.
"Gerakan menuju kemandirian itu sudah dimulai sekarang, dan saya rasa itu harus diteruskan. NU ke depan di setiap kepengurusan di tingkat wilayah minimal harus punya satu perguruan tinggi, dan rumah sakit atau klinik kalau bisa sampai ke cabang dan kecamatan," urai Eman.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Lembaga Pertanian PBNU, Al Amin Nasution. Eks anggota DPR RI ini menilai, kepemimpinan yang matang akan menjadikan arah NU dalam menyambut gagasan kemandirian semakin terarah. Apalagi, kata dia, kepemimpinan NU selama 10 tahun terkahir sudah baik.
"Yang dikatakan Pak Eman benar. Capaian-capaian NU sebagai sebuah organisasi selama 10 tahun terakhir sudah sangat bagus, ditambah dengan tawaran presiden tadi, pasti NU akan semakin mandiri ke depan," kata Amin.
Sebelumnya, dalam sambutan di pembukaan Muktamar ke-34 NU, Jokowi mengaku siap memberikan konsesi di bidang kehutanan dan pertambangan bagi NU.
"Saya menyiapkan, kalau siap, saya menyiapkan konsesi. Baik itu konsesi, terserah itu mau dipakai lahan pertanian, silakan. Saya juga ingin siapkan konsensi minerba, yang pengin bergerak di usaha-usaha nikel, batu bara, tembaga, silakan," kata Jokowi.
