Nur Asia, Istri Sandiaga yang Kini Jadi Emaknya Emak-emak

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mak Nur, Istri Sandiaga Uno Foto: Resnu Andika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mak Nur, Istri Sandiaga Uno Foto: Resnu Andika/kumparan

Kesibukannya membantu kampanye sang suami, cawapres Sandiaga Uno, tak lantas membuat Nur Asia benar-benar melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Ibu tiga anak ini, bahkan masih sempat menyiapkan bekal untuk suaminya.

Bagaimana keseharian dan sisi lain Mak Nur Asia? Simak dalam wawancara khususnya dengan kumparan berikut ini:

Dulu dikenal sebagai Mpok Nur, sekarang kenapa dipanggil Emak?

Dulu tuh zaman pilgub dipanggilnya Mpok Nur karena Betawi kan, Jakarte. Nah sekarang katanya ganti nama, karena sudah seluruh Indonesia, jadi katanya Mak Nur aja, Mak-nya emak-emak. Waktu itu sih beberapa kesepakatan semua relawan, yang dulu zaman pilgub itu sampai sekarang masih sama-sama, enggak pernah lost contact.

Lucunya tuh, dari semua relawan-relawannya Bang Sandi, sampai hari ini tuh semakin sama-sama gitu, bersilaturahmi terus. Jadi akhirnya sekarang dipanggilnya jangan Mpok, ya, karena sudah enggak di Jakarta lagi scope-nya, sudah seluruh Indonesia. Yang penting mereka masih tahu, kalau Mpok itu Jakarta, kalau Mak tuh seluruh Indonesia.

Flash back saja nih, waktu Bang Sandi bilang mau jadi cawapres, reaksi Emak gimana?

Pada waktu itu sih saya cuma bilang, kalaupun Allah mengizinkan, karena memang kita mau yang terbaik ya untuk negara ini. Ini bukan masalah Prabowo atau Sandi, tapi ini masalah masa depan anak bangsa, masalah anak-anak saya dan cucu-cucu. Jadi kita harus semuanya memikirkan bagaimana caranya kita semua bersama-sama untuk membangun negeri ini menjadi negara yang lebih baik.

Istri Cawapres 02 Sandiaga Uno, Nur Asia Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Meskipun baru beberapa bulan saja gitu sebagai Wagub DKI?

Ya, karena buat saya Bang Sandi itu meninggalkan Wakil Gubernur DKI, dia sudah mempunyai banyak program, jadi tinggal dijalankan. Karena memang Bang Sandi itu yang tadi saya bilang, dia komitmen, dia bertanggung jawab, dan semua sudah dia persiapkan. Jadi tidak dia keluar meninggalkan kursi wagub begitu saja, tetapi dia sudah bikin semua program yang tinggal dijalankan.

Pernah ada rasa penyesalan enggak saat Bang Sandi memutuskan untuk belok ke politik padahal beliau sudah sukses di bisnis?

Buat saya itu kita tidak perlu menyesali sesuatu yang sudah terjadi, karena memang semua ini ada reason-nya, ada alasannya, jadi tidak datang begitu saja. Jadi memang begitu kamu sudah mencapai puncak yang di atas ya, di sini lah Tuhan memberikan jalan buat kita untuk berbagi.

Karena kalau bukan sekarang mengabdi untuk negara, kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Itu yang selalu Bang Sandi ingatkan kepada kita. Nggak ada rasa penyesalan yang mendalam, karena sesuatu yang sudah terjadi pasti ada hikmahnya.

Kemarin kan Bang Sandi juga menjual beberapa sahamnya ya untuk biaya kampanye, apakah sempat konsultasi dulu sama Mak?

Iya dong tentu. Karena ini semua kan titipan. Bagaimana pun Tuhan sudah menitipkan dan kalau pun kita makan sehari tiga kali ya enggak mungkin kita bisa habis makan sehari tujuh kali, katakanlah.

Jadi segala sesuatu yang berlebihan pun juga tidak baik, jadi memang yang sudah Allah titipkan ini, ini lah waktunya untuk diamanahkan kepada rakyat, buat saya itu. Tidak dipermasalahkan karena rezeki itu sudah ditentukan oleh Allah. Jadi nggak usah pernah takut.

Abang None bertemu Sandiaga Uno dan Nur Asia Uno di Balai Kota, Kamis (26/7). Foto: Moh Fajri/kumparan

Kalau Pak Sandi jadi Wapres, apa hal baru yang ingin Mak bawakan?

Banyak ya. Saya ingin tidak boleh lagi ada yang tidak sekolah, anak-anak harus berpendidikan, nomor satu pendidikan, ya. Ekonomi juga harus bagus, karena kalau negara ekonominya baik, itu semuanya akan jadi baik. Harus membenahi mana yang tidak benar, jadi banyak sih pembenahannya ya lapangan pekerjaan, semua harga harus stabil, dan tidak impor lagi.

Paling penting ya, ibu dan anak ya. Karena sebagai ibu, tidak boleh lagi melihat anak-anak tidak ada yang sekolah. Wajib ya, wajib sekolah, dan kesehatan ya, terutama rakyat yang tidak mampu. Mereka harus bisa mendapat fasilitas dan subsidi. Untuk itu, dengan pendidikan yang baik, insyaallah rakyat bisa mempunyai kemandirian.

Mak enggak kepikiran masuk politik juga?

Haduh, kalau aku sih mungkin jangan dua-duanya, enggak boleh ada dua matahari. Jadi fungsi saya sebagai suporter, karena kalau dua-duanya nanti kasihan Sulaiman --anak bungsu Sandi. Mungkin saya belum kepikiran ke situ, tapi yang penting buat saya itu negara ini harus ada perubahan, harus lebih baik, dan bisa menjamin rakyatnya sejahtera, adil, makmur.

Sandiaga Uno mengacungkan salam dua jari bersama emak-emak di Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Antara Foto/R. Rekotomo

Kalau Bang Sandi sedang keliling kan ada emak-emak yang suka minta jabat tangan, foto bareng, bahkan peluk. Mak pernah cemburu nggak sih?

Enggak ya, buat saya justru bagus deh, yang penting pilih Bang Sandi. Karena maksudnya mungkin karena saya kenal Bang Sandi dari umur 14 ya, kalau nggak mungkin sudah cemburu ya.

Jadi buat saya, saya menganggap justru bagus emak-emak ini memberikan support kepada Bang Sandi karena harapan emak-emak ini lah justru di tangan Bang Sandi yang mereka percayakan, insyaallah sih Bang Sandi tidak mengecewakan sampai saat ini.

Sama-sama sibuk, Emak suka masak buat Bang Sandi? Apa favoritnya?

Kalau Bang Sandi sih orangnya simple ya, easy going, jadi masakan rumahan tuh dia lebih senang, tumis pare dia suka, tumis kangkung, terus kalau pagi sarapan roti pakai meses atau pakai selai kacang. Bang Sandi orangnya enggak terlalu susah, jadi dia sangat gampang dan simple, apa aja sih.

Emak bikinin bekal juga?

Harus kalau itu. Kenapa? Karena buat saya lebih terjamin ya kebersihannya. Jadi selalu saya buatkan dari rumah, jadi dibawain bekal sampai sekarang.

Termasuk infuse water yang suka dibawa. Tapi kalau dulu itu, sebelum dia kampanye, paling jus di rumah. Tapi setelah kampanye, saya buatkan infuse water supaya dia minum air putih banyak ya, karena kan banyak kegiatannya, supaya kesehatannya lebih terjaga. Karena dengan lemon itu kan antioksidan, jadi enggak gampang flu. Saya kasih madu juga supaya staminanya kuat.

Istri Cawapres 02 Sandiaga Uno, Nur Asia Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pernah enggak masak bareng Bang Sandi dan anak-anak?

Pernah sih kalau kita lagi liburan, ya. Malah bapaknya yang masak. Jadi kan karena dulu pernah sekolah di Amerika, jadi harus masak sendiri, kalau makan di restoran terus mahal, tekor. Jadi kita eksperimen, yang kayak omelet, sosis, makan pagi telur mata sapi, nasi goreng, yang gampang-gampanglah. Enggak harus susah-susah, karena Bang Sandi orangnya emang enggak menyusahkan.

Waktu masih jadi Wagub, Bang Sandi sempat bikin heboh karena pakai lip balm, itu dari Emak juga?

Saya selalu membelikan karena kita selalu sebelum tidur tuh pakai lip balm, kan kering ya, kadang pecah-pecah. Apalagi kalau lagi liburan. Kan kalau di sini lebih sering panas dalam, Bang Sandi suka sariawan. Jadi saya selalu belikan lip balm supaya dipakai, jadi enggak kering.

Sebelum tidur atau kalau memang lagi kering banget, pasti saya letakkan di tempat yang biasa ada vitaminnya dan lain-lain gitu, jadi memang saya yang belikan.

Berarti emang suka membantu perawatannya Bang Sandi ya

Iya. Jadi kayak Bang Sandi itu kan tipe orang yang sibuk. Jadi ya, saya yang selalu take care untuk urusan pernak-pernik. Kayak misalnya, kaus kaki, baju, semua sepatunya, dan lain-lain itu saya yang in charge.

Aksi Sandiaga Uno bermain basket di Lapangan bola basket Kemenpora, Jakarta, Sabtu (15/9/2018). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ada enggak sih sifatnya Bang Sandi yang bikin Mak kesal?

Ya misalnya, dia kan sudah capek nih pulang dari luar kota, kita pasti sebagai istri, ‘udah deh, capek, istirahat, spending time’. Eh enggak. Dia kan emang gila olahraga ya, basket lah ya paling enggak. Jadi tuh enggak mungkin bisa dicegah, nah sementara saya takut kan, concern, maksudnya aduh baru juga pulang dari luar kota ngapain sih harus basket, kan besok-besok bisa gitu loh.

Terus saya sudah larang tapi dia lakukan terus tiba-tiba tuh nanti ada aja ini nya, tiba-tiba ternyata lapangan basketnya tutup lah terus nanti dia nggak mau bilang dong, gengsi. Padahal sudah saya larang, tapi kan dia tetap melanggar.

Terakhir, apa pesan Mak untuk Bang Sandi jika nanti Bang Sandi terpilih jadi wapres?

Pokoknya Bang Sandi harus tetap menjadi Bang Sandi yang jujur, amanah, dan selalu tidak berubah ya Bang Sandi yang dulu dan sekarang maupun yang nanti. Jadi tetap istiqomah dan tetap tawadhu.

video youtube embed