Nusron Sebut Pakistan-UEA Dukung Penuh Niat Prabowo Mau Mediasi AS-Israel & Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan perkembangan terkait niatan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memediasi Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Nusron mengatakan, sejumlah negara Timur Tengah mendukung niatan Prabowo ini. Mulai dari Pakistan dan Uni Emirat Arab.

"Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE," kata Nusron usai menghadiri acara silaturahmi dan buka bersama para ulama dan pemimpin ormas Islam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Nusron didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi saat menyampaikan keterangan ini.

Nusron yang juga menjabat Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana ini, menuturkan masalah ini akan dijelaskan Menlu Sugiono. Namun ia memastikan niat Prabowo direspons positif.

"Tetapi tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," kata Nusron.

Mensesneg dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3) malam. Dok. YouTube Sekretarat Presiden

Terkait adanya dorongan agar RI keluar dari Board of Pice yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, Nusron mengatakan pemerintah menghargai masukan tersebut.

"Tapi kalau ada yang menyarankan seperti itu (keluar BoP), pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian. Bukan dengan jalan peperangan," kata Nusron.

Namun, ia menekankan BoP saat ini menjadi satu-satunya cara untuk membahas dan mendorong kemerdekaan Palestina.

"Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BOP. Karena itu, Indonesia dengan delapan negara bersepakat dalam rangka untuk itu," ucap Nusron.

kumparan post embed