Nyaris Diterkam Ular Piton, Nyawa Jamilah Diselamatkan Suami

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wanita dirawat di RS setelah hampir diterkam ular piton, di Aceh. Foto: Dok. BKSDA Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Wanita dirawat di RS setelah hampir diterkam ular piton, di Aceh. Foto: Dok. BKSDA Aceh

Seorang warga Desa Suka Jadi Makmur, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Jamilah (36), nyaris diterkam ular piton jenis sanca kembang (Phython reticulatus) saat sedang berjalan menuju ke kebun. Ular dengan panjang sekitar 6 meter itu bahkan sempat melilit tubuh Jamilah selama hampir 5 menit.

Setelah tubuhnya sempat dikuasai ular tersebut, Jamilah berusaha melawan dan berteriak. Hingga suaranya terdengar oleh sang suami yang lebih dulu berada di dalam kebun.

Mendengar teriakan sang istri, suami Jamilah langsung berlari dan membunuh ular itu dengan cara menebas bagian tubuh ular menggunakan parang.

Kejadian yang menimpa Jamila Selasa (29/10) pagi itu membuatnya kini harus terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, untuk menjalani perawatan karena mengalami luka akibat gigitan ular.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamarudzaman, mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban sedang berjalan menuju ke kebunnya di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur. Lokasi kebun dan rumahnya merupakan perbatasan antara wilayah Kota Langsa dan Aceh timur.

“Korban sedang berjalan menuju ke kebun, berjarak sekitar 10 kilometer dari rumahnya tiba-tiba kakinya dipatok ular sehingga tubuhnya sempat dililit sekitar 5 menit lebih kurang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/10).

Setelah tubuh korban terlilit ular, ia kemudian berteriak memanggil suaminya yang tidak jauh dari lokasi. Hanya berselang beberapa menit, suaminya tiba dan langsung menyelamatkan nyawa sang istri.

“Suaminya memukul ular tersebut hingga mati. Saat itu juga suaminya langsung melarikan sang istri ke rumah sakit,” katanya.

Kamarudzaman mengatakan, kondisi korban saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang. Informasi itu didapat dari timnya yang telah melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Jamilah.

“BKSDA Aceh menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan ikut memberikan santunan untuk bantuan biaya pengobatan korban,” ungkapnya.

BKSDA Aceh mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati apabila melakukan aktivitas ke ladang (kebun), khususnya pada area yang berdekatan dengan kawasan hutan ataupun habitat satwa liar.