Nyepi dan Redam Corona, Bali Tutup Aktivitas Publik 25-26 Maret

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Nyepi di Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Nyepi di Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Pemprov Bali menutup seluruh aktivitas publik di Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1942 pada Rabu (25/3). Namun beda dengan tahun sebelumnya, penutupan akan diperpanjang hingga Kamis (26/3) demi meredam penyebaran virus corona.

Sekda Bali sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Bali, I Made Indra, mengatakan penutupan diperpanjang karena usai Nyepi, warga Bali akan Ngembak Geni. Ngembak Geni merupakan ajang bersilaturahmi, mengunjungi rumah sanak keluarga.

Menurut Indra, ajang silaturahmi ini perlu disikapi agar warga tak ke luar rumah, berkumpul dan berwisata di tengah wabah corona. Terlebih saat ini Bali ada 6 kasus positif corona dan 111 pasien dalam pengawasan.

"Ngembak Geni ini perlu disikapi oleh Gubernur dengan imbauan supaya tetap di rumah tidak ke mana-mana dulu. Kalau tidak ada imbauan ini maka Ngembak Geni ini sebagai Nyepi sebelumnya akan akan digunakan masyarakat untuk ajang bepergian ke sana ke mari mengunjungi kerabat dan bahkan ke objek wisata, ini perlu disikapi dengan baik," kata Indra dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Suasana Nyepi di Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Hal tersebut pun langsung ditindak lanjuti Kabupaten Gianyar bersama tokoh agama dan tokoh adat dengan mengeluarkan surat instruksi. Dalam instruksi itu disebutkan seluruh warga wajib berada di rumah pada Kamis (26/3).

Akses jalur lintas kabupaten pun ikut ditutup. Pecalang (aparat keamanan desa adat) diinstruksikan untuk mengawasi warga yang keluar rumah.

Indra mengatakan, telah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten Gianyar atas surat instruksi itu. Dia mengatakan, memang warga dilarang keluar rumah, kecuali pejabat daerah yang terpaksa bekerja.

"Imbauan ini ada pengecualian siapa yang keluar rumah siapa yang bisa keluar rumah itu petugas TNI, Polri, ASN yang sedang bertugas, ambulans, petugas medis dan sebagainya. Penutupan jalan sudah dikomunikasikan dengan bupati Gianyar, bahwa penutupan jalan ini hanya untuk masyarakat setempat di wilayah itu, tapi bagi jalur nasional seperti logistik misalnya dari Jawa Bali NTB itu tetap diizinkan," kata Indra.

kumparan post embed

Bagaimana dengan warga yang bekerja di perusahaan swasta atau warga yang ingin bepergian ke kabupaten lain?

Indra menjelaskan, sejatinya imbauan ini diberlakukan kepada seluruh penduduk di Bali. Bank hingga perusahaan swasta telah diminta untuk tutup usai Nyepi, yakni pada Kamis (26/3).

"Posisinya sama, imbauan ini berlaku untuk semua kabupaten kota di Bali. Jadi semua kantor pemerintah, bank, swasta juga sama, dalam posisi libur sehingga dengan demikian tidak ada yang bekerja," kata dia.

--------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!