News
·
31 Oktober 2018 11:58

Objek Diduga Badan Lion Air Diketahui, Basarnas Harap Korban Ditemukan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Objek Diduga Badan Lion Air Diketahui, Basarnas Harap Korban Ditemukan (152499)
Panglima TNI Marsekal Hari Tjahjanto dan Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di KRI I Gusti Ngurah Rai, Rabu (31/10/2018). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi memeriksa langsung lokasi diduga ditemukan badan pesawat Lion Air JT-610. Objek diduga badan pesawat ini ditemukan oleh KRI Rigel-933.
ADVERTISEMENT
Syaugi mengatakan, untuk mengonfirmasi informasi itu, dia bersama dengan Panglima TNI akan menuju ke KRI Rigel. Dia berharap ada kabar baik dari temuan yang berhasil dicapai oleh tim dari KRI Rigel.
"Makanya kita menuju ke kapal tersebut untuk mengecek kebenarannya. Mudah-mudahan ini berita baik kalau memang itu benar jadi bisa segera kita ketahui korban-korban yang lain," kata Syaugi di KRI I Gusti Ngurah Rai, Rabu (31/10).
Objek Diduga Badan Lion Air Diketahui, Basarnas Harap Korban Ditemukan (152500)
Panglima TNI dan Kabasarnas menggunakan kapal patroli dari KRI I Gusti Ngurah Rai menuju kapal yang diduga mendeteksi potongan tubuh pesawat. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Syaugi bersama dengan Panglima TNI dan Panglima Koarmada I Laksamana Muda Yugo Margono berangkat dari JICT 2 menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai menuju ke perairan Ujung Karawang. Setelah 2 jam perjalanan, Panglima TNI dan rombongan berpindah ke Sea Rider Basarnas.
Mereka kemudian berpindah dari KRI I Gusti Ngurah Rai menuju ke KRI Rigel. "Iya nanti kita menggunakan kapal patrolinya Basarnas untuk menuju kapal tersebut. Karena dengan kapal besar I Gusti Ngurah Rai kita tidak bisa menuju ke sana," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Penemuan objek diduga badan pesawat ini ditemukan berkat penggunaan alat Multibeam Echosounder dan side scan sonar yang ada di KRI Rigel. Panglima TNI akan melihat langsung hasil temuan tim dari KRI Rigel.
"Pagi ini kita menggunakan alat yang namanya multibeam echosounder dan side scan sonar. Sekarang kita menuju ke salah satu kapal yang menggunakan alat tersebut ini ada informasi diduga melihat sesuatu. Ini baru dugaan," ucap Syaugi.