OJK: Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia Masih Rendah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Foto: Anggi Dwiky Darmawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Foto: Anggi Dwiky Darmawan/kumparan)

Direktur PermataBank Bianto Surodjo menjelaskan, saat ini sebagian besar masyarakat di Indonesia belum terlalu sadar akan pentingnya kegiatan finansial. Ia pun mencontohkan berdasarkan hasil riset hampir 80 persen masyarakat di Indonesia belum sadar pentingnya kegiatan finansial.

Hal tersebut disampaikan Bianto di acara tahunan PermataBank yakni Wealth Wisdom di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan. Tema Wealth Wisdom tahun ini mengusung tema 3 Seasons of Wealth "Millenial, Dreamer and Legacy".

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran juga sependapat dengan Bianto. Menurutnya, saat ini tingkat literasi masyarakat terhadap kegiatan finansial hanya sekitar 29,6 persen saja.

"Tingkat literasi kita masih 29,6 persen. Kalau diambil perumpamaan dari 100 orang, yang tahu keuangan cuma 29 orang dan yang punya akses ke keuangan formal hanya 68 persen," kata Horas saat mengisi kelas ekonomi outlook.

Horas menambahkan, kondisi ini termasuk ke dalam kondisi yang tidak normal. Lantaran, literasi yang rendah tapi pengguna keuangan justru tinggi. Akan tetapi, jika masyarakat paham terhadap literasi keuangan maka akan meningkatkan produk keuangan.

"Agak sedikit anomali, literasi rendah tapi penggunaannya tinggi. Makanya, kami mendorong seluruh industri keuangan untuk berpartisipasi," kata Horas.

Menurut Horas, saat ini OJK terus mendorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi keuangan. Lantaran, untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan harus dimulai dari bawah.

"Kami kembangkan materi literasi dari SD, SMP, sampai perguruan tinggi. Kami dorong lembaga keuangan, jangan hanya jual produk, tapi sampaikan juga risikonya," paparnya.

Ia juga menilai salah satu perbankan yang rajin dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi keuangan adalah PermataBank. "Pantauan kami PermataBank termasuk lembaga jasa keuangan yang paling rajin (menyadarkan pentingnya literasi finansial)," pujinya.

Wealth Wisdom (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wealth Wisdom (Foto: Prima Gerhard/kumparan)