Ojol di Sleman yang Dianiaya Tukang Parkir Pilih Tak Lapor Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock

Kurir pengantar makanan berinisial I yang dikejar dan dianiaya tukang parkir di depan sebuah rumah makan di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memutuskan tak melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Untuk langkah hukum kita sudah sepakat: enggak," kata Ketua Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB) Rie Ramawati, dihubungi pada Jumat (2/1).

Wuri, panggilan Rie, bilang ada alasan kemanusiaan di balik keputusan tidak melapor ke polisi itu. Selain itu tukang parkir tersebut juga telah meminta maaf dan berjanji tidak menarik uang parkir untuk seluruh driver "online".

"Karena kan, mengingat ya mesakke (kasihan) juga tukang parkirnya," ujar Wuri.

Ojol Tak Dikenai Biaya Parkir

Ilustrasi parkir. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wuri mengatakan selama ini mayoritas tukang parkir di Yogya tak menarik parkir kepada ojol.

Wuri mengatakan tarif parkir sekitar Rp 2 ribu cukup membebani ojol. Terlebih mereka datang ke rumah makan hanya untuk ambil orderan yang tak butuh parkir dalam waktu lama.

"Tarif kita kan cuma Rp 5 ribu. Double order kita kadang cuma dapat Rp 7.200, triple order dapat Rp 10 ribu tok, tiga resto. Kalau kena parkir semua kita tidak dapat apa-apa," katanya.

Sementara jika ojol meminta tambahan ke pelanggan karena dikenai parkir di rumah makan, dikhawatirkan pelanggan salah paham.

"Nanti customer salah paham dikira driver minta uang lebih. Serba salah juga," katanya.

Wuri berharap apa pun yang terjadi jangan sampai ada kekerasan kepada rekan-rekan ojol.

Kondisi Korban

Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Dalam kasus ini I dipukuli dengan payung oleh pelaku. Meski begitu menurut Wuri kondisi korban saat ini sudah membaik. Dia juga telah kembali bekerja.

"Sudah narik lagi," ujarnya.

Salah Paham Berujung Keributan

Peristiwa ini viral di media sosial. Unggahan berupa video itu disertai narasi kronologi peristiwanya.

“Saya driver shopee food posisi mau ambil orderan di rm padang pas hujan deres tadi pukul (3 sore), saya cuman ambil bentar gaada 30 detik karna makanannya sudah jadi dan saya langsung naik motor untuk meninggalkan lokasi tapi tukang parkir mintain uang, umumnya driver ojol tidak dimintain uang parkir kecuali jika ada tulisan seperti parkir ojol 1k dll, tapi ini tidak ada tulisan seperti itu, terus saya tinggal pergi dan saya sudah bilang bahwa saya driver cuman ngambil orderan, tapi begitu saya pergi, saya di kejar dan di gebukin pake payung sama tukang parkirnya sebanyak 3x di bagian punggung dngn pukulan sangat kencang, lalu saya tinggal nganter orderan dulu habis itu pukul 16.10 saya selesaikan masalahnya dengan tukang parkir agak agak ini,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Polisi telah turun tangan menyelidiki kasus ini. Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan sejumlah pihak telah dilakukan klarifikasi oleh penyidik. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sudah dicek.

"Klarifikasi kepada sejumlah saksi, pihak rumah makan, serta warga sekitar. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan rekaman CCTV guna memperoleh gambaran utuh terkait peristiwa yang terjadi," katanya.

"Dari hasil pengecekan awal, diketahui bahwa peristiwa bermula dari kesalahpahaman terkait parkir yang kemudian berujung pada adu mulut dan keributan antara kedua belah pihak," ujarnya.