Oknum Anggota DPRD Maros di Sulsel Dipolisikan, Diduga Setubuhi Rekan Separtai

27 September 2021 22:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Oknum Anggota DPRD Maros di Sulsel Dipolisikan, Diduga Setubuhi Rekan Separtai (148293)
searchPerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock
Seorang wanita berinisial IMS (25) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Maros dari PPP berinisial SS (36).
ADVERTISEMENT
Ironisnya, IMS juga merupakan kader PPP. Dia mengaku merupakan kader muda dan bergabung pada 2018.
IMS mengatakan, dirinya telah melaporkan SS ke Polda Sulsel. Sebab aksi pencabulan sudah dilakukan berulang kali.
"Benar, saya sudah melapor di Polda Sulsel," kata IMS kepada wartawan, Senin (27/9).
Dia menerangkan, dugaan kekerasan seksual yang dialaminya itu sebanyak tiga kali, dengan tempat dan waktu berbeda. Mulai di hotel hingga di rumah kosong.
"Saya menawarkan investasi Rp 50 juta kepada terlapor, SS. Dan, terlapor ini mau," ucap dia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Oknum Anggota DPRD Maros di Sulsel Dipolisikan, Diduga Setubuhi Rekan Separtai (148294)
searchPerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual di kantor. Foto: Shutter Stock
Namun, janji manis SS tak terealisasi. SS tidak menginvestasikan dananya Rp 50 juta. Padahal, sudah merenggut kesucian wanita tersebut.
Bahkan, IMS mengaku sempat mengandung anak dari SS. Tetapi, janin dalam kandungan IMS diminta untuk digugurkan. Karena tak ingin malu dengan keluarganya, IMS terpaksa menggugurkan kandungannya.
ADVERTISEMENT
"Saya terpaksa gugurkan karena malu keluarga saya," ucap dia.
Menurutnya, kekerasan seksual yang ia alami terjadi sejak akhir 2019 hingga 2020. Ia baru membawa kasusnya ini ke kepolisian karena sebelumnya SS berjanji untuk bertanggung jawab. Tetapi SS mengingkari janjinya sehingga ia melapor ke Polda Sulsel.
Sementara Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Edhi Sabhara mengaku telah menindaklanjuti laporan pencabulan tersebut. Laporan ini sudah ditangani oleh Unit PPA Ditreskrimum Polda Sulsel.
"Iya, ada laporannya dan sudah ditindaklanjuti. Kini, ditangani PPA," singkat Edhi.
Sedangkan Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara belum memberikan komentar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020