Oknum Polisi di Riau Tembak Bocah 14 Tahun karena Diduga Mencuri

Oknum polisi diduga melakukan penganiayaan dengan menembakkan senjata jenis "airsoft gun” ke bocah berinisal Sy (14). Akibat insiden itu, ketiga polisi tersebut harus berurusan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah Riau.
Dikutip dari Antara, Rabu (14/2), insiden tertembaknya Sy terjadi pada Selasa (13/2) di Kecamatan Rangsang Barat. Kejadian berawal saat korban diamankan Polisi ke Mapolsek Rangsang Barat. Sy diamankan lantaran mencuri makanan milik warga
Karena Sy masih di bawah umur, maka polisi dan warga memilih jalan mediasi dan memanggi keluarga Sy. Namun hingga Senin (13/2) malam tak ada keluarganya yang datang.
Kemudian pada Selasa (13/2), salah satu polisi di polsek tersebut kehilangan smartphone-nya. Di saat yang bersamaan Sy sudah tak terlihat lagi di polsek. Menyadari hal tersebut, Briptu BS mengajak dua rekannya untuk mencari Sy.
Tak butuh waktu lama untuk ketiga polisi tadi untuk menemukan bocah berusia 14 tahun itu. Setelah tertangkap, ternyata smartphone milik Briptu BS ada di tangan Sy.
Versi yang beredar, Sy melawan sehingga Bripda HA menembakkan senjata airsoft gun tersebut ke arah bahu kanan Sy. Belum diketahui kenapa Briptu BS membawa senjata airsoft gun.
Setelah insiden penembakan tersebut, Sy harus dilarikan ke rumah sakit. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, atas perintah kapolda, ketiga polisi tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan.
Guntur menuturkan, Polres Meranti juga diminta bertanggung jawab penuh terhadap kondisi Sy. Guntur juga menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga korban. Selain itu, ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau.
"Kita memohon maaf atas kejadian ini, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tapi percayakan penanganan semuanya ditangan kepolisian, kita akan lakukan secara profesional," ujar Guntur.
Setelah mendapat perawatan di RSUD Arifi Achmad, kondisi Sy berangsur membaik. Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden penembakkan itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Laode Proyek memastikan akan bertanggung jawab penuh, termasuk biaya perawatan di rumah sakit.
