Oknum TNI yang Diduga Terlibat Pembunuhan Mara Salem Diperiksa
·waktu baca 2 menit

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Panca Putra mengatakan ada oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Mara Salem Harahap (42), pemimpin redaksi media online lokal LasserNews Today. Kini oknum tersebut tengah diperiksa.
Adanya pemeriksaan tersebut disampaikan oleh Kapendam Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson Silitonga. Ia mengatakan, anggota TNI berinisial AW itu tengah didalami dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.
"Satu orang terindikasi (terlibat) dengan inisial AW. Sekarang berada di POM I/BB untuk pendalaman lagi informasi yang diterima. Untuk dikembangkan," kata Donald Erickson Silitonga, kepada wartawan, Jumat (25/6).
Namun Donald belum merinci peran AW dalam kasus pembunuhan Mara Salem.
"Kita bekerja sama dengan Polda Sumut, ini lagi proses penyelidikan dan penyidikan. Karena yang bersangkutan adalah bagian dari kelompok pelaku," ujar Donald.
Dia memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan. Bila nantinya terbukti bersalah. AW akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.
"Kita terbuka saja, tidak ada yang ditutupi. Apabila memang terbukti, sesuai dengan keterangan saksi dan barang bukti. Ini akan kita tindak tegas," ujarnya.
Sebelumnya Mara Salem tewas ditembak di Jalan Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Malinggas, Kabupaten Simalungun, Jum’at (18/6). Pembunuhan diotaki pemilik tempat hiburan malam Ferari Bar dan Resto berinisial S (57).
Saat menjalankan aksinya, S memerintahkan karyawannya Y (31) dan AW. Dia juga memberi uang untuk membeli senjata sebesar Rp 15 juta.
“Tersangka S mengirim uang sebesar Rp 15 juta melalui transaksi M- Banking dengan tujuan untuk membeli satu unit senjata api untuk digunakan membedil (menembak) Mara Salem,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra, dalam keterangannya, Jum’at (25/6)
Selanjutnya setelah membeli senjata, Y dengan bantuan AW menembak Mara Salem. Dia tewas dengan luka tembak di paha sebelah kiri, diduga yang melakukan penembakan adalah AW.
Kata Panca, kasus tewasnya Mara Salem ini dilatarbelakangi sakit hati tersangka S. Mara Salem diduga kerap memberitakan peredaran narkoba di diskotek milik S. Padahal S telah memberi uang bulanan Rp 12 juta kepada Mara Salem tiap bulannya.
