Okupansi RS Rujukan COVID-19 Jakarta Mulai Turun: ICU 79%, Isolasi 80%

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan melintas di kawasan Jalan Benyamin Sueb, Jakarta, Sabtu (27/6/2020). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan melintas di kawasan Jalan Benyamin Sueb, Jakarta, Sabtu (27/6/2020). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Okupansi rumah sakit rujukan corona di Jakarta pada awal pekan ini mulai menunjukkan penurunan, baik untuk tempat tidur isolasi maupun ICU.

Hingga 31 Januari 2021, keterisian bed ICU di 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta turun 5 persen jadi di angka 79 persen. Padahal, pekan lalu okupansi ICU Jakarta mencapai 84 persen.

Tempat tidur ICU yang tersedia di Jakarta saat ini mencapai 1.116 unit. Hingga 31 Januari, ada 886 pasien yang dirawat di ICU.

Sementara untuk okupansi tempat tidur isolasi turun 6 persen menjadi 80 persen. Pada pekan sebelumnya, okupansi bed isolasi berada di angka 86 persen.

Petugas Ambulans RSUD Kota Depok usai membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa (3/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Adapun total pasien yang dirawat di unit isolasi pada 101 rumah sakit rujukan berjumlah 6.439 orang, dari 8.081 tempat tidur yang tersedia.

Kemudian, dalam sepekan terakhir terhitung 25-31 Januari 2021, tercatat 121.071 orang di Jakarta menjalani tes swab PCR. Hasilnya, 20.079 orang dinyatakan positif COVID-19.

Untuk tingkat kesembuhan di Jakarta masih stagnan seperti pekan sebelumnya, yakni 88,7 persen. Lalu, untuk tingkat kematian akibat COVID-19 saat ini berada di angka 1,6 persen.

Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Berikut pergerakan okupansi bed isolasi dan bed ICU di Jakarta sejak 14 Agustus 2020 hingga 31 Januari 2021:

14 Agustus

- Bed isolasi: 66%

- Bed ICU: 70%

15 Agustus - 23 Agustus

- Bed isolasi: 64%

- Bed ICU: 71%

24 Agustus - 30 Agustus

- Bed isolasi: 74%

- Bed ICU: 81%

31 Agustus - 6 September

- Bed isolasi: 77%

- Bed ICU: 83%

7 September - 13 September

- Bed isolasi: 75%

- Bed ICU: 83%

14 September - 20 September

- Bed isolasi: 83%

- Bed ICU: 79%

21 September - 27 September

- Bed isolasi: 78%

- Bed ICU: 72%

28 September - 4 Oktober

- Bed isolasi: 72%

- Bed ICU: 72%

5 Oktober - 11 Oktober

- Bed isolasi: 64%

- Bed ICU: 71%

12 Oktober - 18 Oktober

- Bed isolasi: 62%

- Bed ICU: 65%

19 Oktober - 25 Oktober

- Bed isolasi: 59%

- Bed ICU: 61%

26 Oktober - 1 November

- Bed isolasi: 52%

- Bed ICU: 58%

2 November - 8 November

- Bed isolasi: 56%

- Bed ICU: 60%

9 November - 15 November

- Bed isolasi: 65%

- Bed ICU: 67%

16 November - 22 November

- Bed isolasi: 75%

- Bed ICU: 69%

23 November - 29 November

- Bed isolasi: 79%

- Bed ICU: 74%

30 November - 6 Desember

-Bed isolasi: 79%

- Bed ICU: 72%

7 Desember - 13 Desember

- Bed isolasi: 80%

- Bed ICU: 73%

14 Desember - 20 Desember

- Bed isolasi: 85%

- Bed ICU: 80%

28 Desember - 3 Januari

- Bed isolasi: 87%

- Bed ICU: 78%

4 Januari - 10 Januari

- Bed isolasi: 86%

- Bed ICU: 85%

11 Januari - 17 Januari

- Bed isolasi: 87%

- Bed ICU: 82%

18 Januari - 24 Januari

- Bed isolasi: 86%

- Bed ICU: 84%

25 Januari - 31 Januari

- Bed isolasi: 80%

- Bed ICU: 79%

Ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU harian di Jakarta, per 31 Januari 2021. Foto: Instagram/@dkijakarta