Omicron Masuk RI, UGM Tetap Adakan Kuliah Tatap Muka
ยทwaktu baca 2 menit

Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan tetap akan mengombinasikan kuliah luring atau tatap muka dengan daring meski virus corona varian Omicron telah masuk Indonesia. Meski begitu, perkuliahan sistem blending ini tetap diawasi ketat.
"Kalau pembelajaran, yang sekarang berjalan dulu, ya, sejak 18 Oktober kita, kan, sudah blended campuran luring-daring. Tempat kami kemarin saat ini ujian semester sudah luring sudah masuk kelas seperti itu," kata Rektor UGM Panut Mulyono ditemui di sela-sela acara Nitilaku 2021 di UGM, Sabtu (18/12).
Meski tetap ada kuliah tatap muka, Panut memastikan tes corona acak kepada mahasiswa tetap akan diperbanyak. Selama ini, persentase luring dengan daring di UGM adalah 30% luring dan 60% daring.
"Tetapi kalau dari informasi penyebarannya sekian kali lipat lebih besar. Tetapi fatality-nya rendah dalam arti yang menyebabkan kematian yang menyebabkan sakit parah itu kecil," ujarnya.
"Sehingga kami tetap akan mengusahakan pembelajaran blending itu tetap berjalan. Bahkan kami merencanakan mulai Februari sudah mayoritas luring," lanjutnya.
Panut berharap ke depan pembelajaran luring dan daring ini bisa di angka 50:50. Sehingga pembelajaran dapat lebih efektif.
"Kalau sekarang sekitar 30% luringnya. Karena teman-teman yang melaksanakan luring itu kebanyakan masih di Saintek. Sedangkan yang Sosial-Humaniora masih memilih untuk menyelesaikan semester ini secara daring," ujarnya
Kendala Kuliah Daring
Panut juga menyampaikan pihaknya masih menemukan kendala jika pembelajaran dilakukan daring. Meski pembelajaran daring tampak mudah, tetapi apakah ilmu yang diajarkan itu tersampaikan dengan baik apa tidak, itu yang belum diketahui.
"Kita belum mempunyai sistem yang sangat bagus sehingga kejujuran kemudian kerja sama [mahasiswa saat ujian] antar mereka, ya. Kemudian bagaimana hal-hal yang apakah betul kita bisa mengukur bahwa hasil pekerjaan ujiannya itu menunjukkan kompetensi yang bersangkutan, ini kita belum punya yang sangat kuat bisa dipercaya," ujarnya.
"Karena kenyataannya dari beberapa diskusi itu mahasiswa bisa mudah bekerja sama kalau ujian daring," pungkasnya.
