On This Day: Komik Tintin Terbit untuk Pertama Kali

Pada 10 Januari 1929, karakter komik Tintin pertama kali terbit sebagai cerita bersambung di Le Petit Vingtieme, sebuah lembar suplemen dalam koran Belgia Le Vingtième Siècle. Dalam perkembangannya, sebanyak 24 komik seri Tintin disebut sebagai komik Eropa paling populer di abad ke-20.
Pengarang Tintin adalah kartunis Belgia, Georges Remi, yang memiliki nama pena Hergè. Melihat kesuksesan Tintin di koran selama bertahun-tahun, Herge membangun studio gambar sendiri bernama Studios Herge pada tahun 1950.
Pada tahun 2007, seabad setelah kelahiran Herge di tahun 1907, Tintin telah diterbitkan dengan lebih dari 70 bahasa dan penjualan lebih dari 200 juta eksemplar di seluruh dunia.
Diadaptasi ke berbagai bentuk, mulai dari drama radio, animasi dan film televisi, Tintin mengisahkan kehidupan seorang wartawan Belgia. Bersama dengan anjingnya yang setia, Snowy, dan sahabatnya yang bermulut kotor, Kapten Haddock, Tintin menghadapi bahaya dalam petualangan di seluruh dunia.
Dalam komik berjudul "Flight 714", Tintin menyambangi Indonesia. Saat itu Tintin mendarat di Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta, untuk pemberhentian terakhir penerbangan 714 dari London sebelum menuju ke Sydney. Dari komik ini kita bisa bernostalgia soal bandara Kemayoran kala itu.
Selain kisahnya yang dipenuhi misteri, humor dan ilmu pengetahuan, Tintin digemari karena gambarnya yang indah. Herge memiliki ciri khas khusus dalam menggambar Tintin, yang dikenal dengan gaya tarikan pena ligne claire (garis jelas).
Di kalangan penggemar Tintin, ada misteri besar yang masih belum terpecahkan. Salah satunya adalah berapa usia Tintin, siapa keluarganya, apa sebenarnya pekerjaannya, dan bahkan namanya juga menjadi pertanyaan. Herge tidak pernah sama sekali mengisahkan soal latar belakang kehidupan Tintin.

