OPCW Klaim Kini Dunia Lebih Aman dari Ancaman Senjata Kimia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Issei Kato)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Issei Kato)

Direktur Jenderal Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW/Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) A. Üzümcü mengklaim saat ini dunia sudah lebih aman. Penyebabnya adalah berkurang drastisnya jumlah senjata kimia.

Namun, Üzümcü yang berbicara dalam forum diskusi di Foreign Policy and United Nations Association of Austria, mengingatkan masih ada beberapa tantangan seputar keamanan pada saat ini.

Pengunaan senjata kimia di Suriah misalnya. Hal itu dianggap Üzümcü telah membuktikan norma-norma internasional terhadap senjata kimia tidak kebal tidak kebal dari pelanggaran.

“Kita harus sadar atas tekanan-tekanan ini dan waspada terhadap mereka yang secara aktif berusaha merusak perdamaian dan keamanan internasional,” kata Üzümcü di Wina sebagaimana rilis OPCW yang diterima kumparan Den Haag (kumparan.com), Kamis petang atau Jumat (23/2) WIB.

Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: Reuters)

Diskusi Foreign Policy and United Nations Association of Austria tersebut dipandu oleh mantan Kanselir dan Menlu Austria Wolfgang Schüssel. Schüssel menjabat Menlu pada periode 1995-2000.

Selama kunjungan di Wina, Dirjen OPCW sehari sebelumnya juga bertemu dengan Menteri Federal Austria untuk Eropa, Integrasi dan Luar Negeri Karin Kneissl di Wina (21/2).

Üzümcü secara singkat menginformasikan capaian-capaian OPCW dalam pelaksanaan Konvensi Senjata Kimia, termasuk aktivitas OPCW di Suriah dan kelanjutan relevansi OPCW dalam lingkungan keamanan yang terus berkembang.

Menteri Kneissl dalam pertemuan itu menegaskan kembali komitmen Austria yang tak tergoyahkan terhadap perlucutan dan pelarangan senjata kimia. Dia juga mengakui peran penting OPCW dalam mencapai tujuan tersebut.

Austria bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia pada tahun 1997 dan telah menjadi pendukung aktif kegiatan Konvensi dan OPCW selama ini.

Sebagai badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia, OPCW yang bermarkas di Den Haag ini mengawasi ikhtiar global untuk memusnahkan senjata kimia secara permanen.

Sejak diberlakukan pada 1997, dengan 192 negara peserta, konvensi ini merupakan perjanjian pelucutan senjata paling berhasil dan kini telah memusnahkan seluruh kelas senjata pemusnah massal.

Lebih dari 96 persen dari semua cadangan senjata kimia dinyatakan oleh negara-negara pemilik telah dimusnahkan berdasarkan verifikasi OPCW. Atas upaya yang ekstensif dalam memusnahkan senjata kimia ini OPCW menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2013.

Laporan kumparan Den Haag: Eddi Santosa