OPCW: Momok Senjata Kimia Masih Terus Membayangi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Fabian Bimmer)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Fabian Bimmer)

Sejak digunakan dalam skala besar pada Perang Dunia I, momok senjata kimia terus membayangi umat manusia.

Direktur Jenderal Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) A. Uzumcu mengenang kembali kengerian Perang Dunia (PD) I saat pertama kali senjata kimia dalam skala besar efektif digunakan sebagai pembunuh massal.

“Termasuk penggunaan pertama kali klorin dalam skala besar sebagai senjata dalam pertempuran di Ieper pada 1915 dan sulphur mustard di Passchendaele pada 1917 (keduanya daerah di Belgia, red),” demikian Uzumcu dalam siaran pers kepada kumparan Den Haag (kumparan.com), Selasa (14/11).

OPCW adalah badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia yang bermarkas besar di Den Haag. OPCW berwenang mengawasi upaya-upaya global untuk memusnahkan senjata kimia secara permanen dan terverifikasi.

Dirjen OPCW Uzumcu menyinggung kembali kengerian dampak senjata kimia itu dalam pidatonya pada seminar akademik, agar tragedi kemanusiaan yang mengerikan tidak terulang kembali.

Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)
zoom-in-whitePerbesar
Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)

Dikatakan, dua puluh tahun sejak berlakunya Konvensi Senjata Kimia dan terlepas dari langkah-langkah besar dalam memastikan bahwa peperangan dengan senjata kimia tidak terulang lagi, namun momok Passchendaele masih terus membayangi.

“Salah satu cara untuk melestarikan pelajaran masa lalu adalah dengan menegakkan norma-norma internasional dalam Konvensi yang telah lama didambakan banyak pihak untuk mewujudkannya,” tegas Uzumcu.

PD I yang meletus pada 28 Juli 1914 merupakan perang besar pertama berskala dunia, melibatkan kekuatan Sekutu di satu pihak melawan Jerman di pihak lain dan berakhir dengan gencatan senjata pada 11 November 1918.

Sebelumnya Uzumcu menyerukan penghormatan untuk orang-orang dan para prajurit yang gugur dalam medan perang PD I pada upacara Peringatan Gencatan Senjata PD I di Ieper, Belgia (11/11).

Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)
zoom-in-whitePerbesar
Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)

Upacara dihadiri oleh Putri Mahkota Belgia Elisabeth Theresia Maria Helena, Walikota Ieper Jan Durnez, Wakil Perdana Menteri Flanders, para Duta Besar berkedudukan di Brussel, anggota Parlemen Belgia dan warga setempat.

Dirjen OPCW Uzumcu juga mengunjungi fasilitas penghancuran senjata kimia Belgia yang terletak di Poelkapelle, di mana Old Chemical Weapons/OCW (senjata kimia lama, red) diidentifikasi dan dimusnahkan.

Uzumcu antara lain menerima gambaran komprehensif mengenai berbagai langkah dalam mengidentifikasi secara positif persenjataan yang tidak meledak dari PD I.

Selain itu Uzumcu juga mengunjungi Ruang Detonasi Statis yang baru saja dipasang. Sejak diresmikan pada April 2017, sudah lebih dari 1000 benda OCW telah dimusnahkan dalam fasilitas ini.

Laporan: Eddi Santosa (kumparan Den Haag)