Open Top Tour of Jakarta Angkat Daya Tarik Pasar Baru untuk Gen Z
·waktu baca 3 menit

Sebagai kawasan perdagangan tertua dan paling ikonik di Jakarta, Pasar Baru punya daya tarik tersendiri untuk disusuri. Kawasan bersejarah ini masih mempertahankan keunikan arsitektur bergaya Tiongkok dan Eropa, mencerminkan pesona multietnis dan budaya tinggi.
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Percepatan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kementerian Pariwisata, Aat Surya Safaat, menyebut, ada rencana revitalisasi kawasan Pasar Baru sebagai destinasi wisata unggulan bertaraf internasional.
“Saya optimistis bahwa revitalisasi ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada perekonomian lokal (Jakarta)," kata Aat.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta melalui program Open Top Tour of Jakarta, juga mendorong pengenalan Pasar Baru kepada anak muda, khususnya Gen Z. Lewat rute "Jakarta Heritage", program keliling dengan bus tingkat terbuka Transjakarta ini melintasi sejumlah titik bersejarah.
Mulai dari Gedung Filateli, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Istana Negara, hingga Pasar Baru.
“Pengembangan layanan Open Top Tour of Jakarta ini merupakan inovasi yang memadukan mobilitas publik dengan sektor pariwisata, sehingga dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan. Dengan layanan ini, warga dan turis bisa merasakan pengalaman berkeliling Jakarta dengan cara yang lebih berkesan dan nyaman,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Open Top Tour of Jakarta Perkuat Peran Transum
Program Open Top Tour of Jakarta merupakan inovasi Transjakarta untuk memperkuat peran transportasi umum (transum) sebagai wajah sekaligus identitas kota di tingkat global.
Melalui konsep wisata kota (urban tourism), layanan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan karakter dan keberagaman Jakarta kepada dunia.
“Peluncuran rute baru ini juga sejalan dengan semangat peringatan Hari Pariwisata Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta terus bertransformasi menjadi kota global yang ramah wisatawan dengan transportasi publik yang modern, dinamis, dan kaya akan sejarah,” ungkap Rano.
Ia berharap, hadirnya rute Jakarta Heritage dapat menghidupkan kembali kawasan Pasar Baru sebagai pusat aktivitas kota dengan nilai sejarah, ekonomi, dan budaya. Dengan begitu, Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga kota yang bangga dengan warisannya.
“Semoga rute baru ini semakin memperkuat pariwisata kota Jakarta dan memberi pengalaman yang berkesan bagi siapa saja yang menikmatinya. Mari kita jaga dan manfaatkan layanan ini sebaik-baiknya sebagai bentuk kebanggaan kita terhadap kota Jakarta,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyampaikan, layanan Open Top Tour of Jakarta ke depannya dapat menjadi ikon baru pariwisata Jakarta, setara dengan layanan Hop On Hop Off di kota-kota global, seperti London dan Kuala Lumpur.
"Dengan mengintegrasikan elemen budaya, sejarah, dan modernitas, program ini memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang kreatif dan ramah wisatawan." tutup Ayu.
Bagi masyarakat yang berminat, bisa melakukan reservasi melalui aplikasi TJ: Transjakarta dengan tarif Rp50.000 saja. Setiap hari kerja, akan ada empat trip layanan, yakni pukul 16.00, 17.30, 19.00 dan 20.30 WIB.
Sedangkan, pada akhir pekan, ada lima trip perjalanan, yakni pukul 16.00, 17.00, 19.00, 20.00 dan 21.00 WIB. Setiap perjalanan, Transjakarta menyediakan alokasi 30-35 penumpang.
Selama perjalanan, penumpang akan mendapat fasilitas tour guide melalui headphone yang tersedia di dalam bus. Selain itu, penumpang juga akan mendapat stiker serta gelang penanda tiket yang bisa ditukar di gerai Transjakarta di Pos Bloc.
