News
·
4 Januari 2019 19:03

Operasi Lilin 2018: Angka Kecelakaan Turun 30 Persen Jadi 637 Kali

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Operasi Lilin 2018: Angka Kecelakaan Turun 30 Persen Jadi 637 Kali (142230)
Konferensi pers Operasi Lilin 2018 di NTMC Polri, Jakarta Timur. (Foto: Darin Atiandina/kumparan)
NTMC Polri mencatat ada 637 kecelakaan terjadi selama Operasi Lilin berlangsung sejak 22 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Operasi ini berjalan selama libur Natal dan tahun baru.
ADVERTISEMENT
Jumlah tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah kecelakaan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni menurun 292 kasus atau sebesar 30%.
“Dari hasil pendataan kita terjadi penurunan yang signifikan, khususnya kecelakaan lalu lintas baik pada ruas tol maupun luar ruas tol, jumlah kecelakaan pada tahun 2017 sebanyak 965, jadi 673 di tahun 2018 turunnya itu 30%,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri saat konferensi pers di NTMC Polri, Jakarta Timur, Jumat (4/1).
Operasi Lilin 2018: Angka Kecelakaan Turun 30 Persen Jadi 637 Kali (142231)
Ruas Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Efira Tamara/kumparan)
Penurunan angka kecelakaan ini juga berbanding lurus dengan korban meninggal, luka berat, dan luka ringan juga menunjukkan penurunan. Di tahun 2018, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 176 orang, 150 luka berat, dan 813 luka ringan.
Lebih lanjut, Refdi mengatakan bahwa arus mudik dan arus balik pada saat libur Natal dan tahun baru juga berjalan dengan lancar. Bahkan, titik yang diprediksi terjadi kemacetan juga terpantau lancar.
ADVERTISEMENT
“Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikhawatirkan terjadi kemacetan juga berjalan lancar, tidak ada hambatan berarti, begitu juga pada rest area di sepanjang Tol Cikampek dan Cipali juga tidak ada kemacetan yang berarti,” kata dia.
Operasi Lilin 2018: Angka Kecelakaan Turun 30 Persen Jadi 637 Kali (142232)
Pesta kembang api menyemarakkan pergantian tahun di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta, Selasa (1/1/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Berkurangnya angka kecelakaan dan kemacetan ini, menurut Refdi, disebabkan beberapa faktor. Mulai dari kesiapan personel pengamanan gabungan dari Polri dan TNI yang didukung dengan kebijakan pemerintah hingga kesiapan masyarakat.
Untuk mengamankan arus mudik dan arus balik selama perayaan Natal dan tahun baru di seluruh wilayah Indonesia, polisi menurunkan kurang lebih 200 ribu personel yang tersebar di sejumlah titik. Sementara, TNI mengerahkan kurang lebih 20 ribu personel.